SAMPANG, RADAR-X.Net – Proyek peningkatan Jalan Labuhan–Sreseh di Kabupaten Sampang senilai hampir Rp. 2 miliar kembali memantik kekecewaan masyarakat.
Pasalnya, baru dua bulan selesai dikerjakan oleh CV Kencana Bahari, jalan tersebut sudah mengalami retakan panjang di berbagai titik. Kamis (20/11/2025)
Kontrak pekerjaan tersebut senilai Rp. 1.984.717.000 yang bersumber dari APBD 2025 itu berada di bawah Dinas PUPR Sampang. Namun kondisi lapangan menunjukkan dugaan kuat bahwa proyek ini dikerjakan secara abal-abal.
Hasil pantauan menunjukkan bahwa ready mix yang digunakan diduga tidak sesuai spesifikasi. Selain itu, besi wiremesh—yang seharusnya berada pada posisi tengah beton—justru tampak diletakkan menempel di dasar cor. Praktik tersebut jelas mengurangi kekuatan struktur dan membuat beton mudah retak.
“Baru dua bulan selesai dikerjakan, mas. Tapi sudah pada retak,” ujar warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Kerusakan cepat ini memperkuat dugaan bahwa kualitas material dan metode pekerjaan jauh dari standar. Publik menilai proyek ini sekadar dikejar selesai tanpa memperhatikan mutu.
Sementara itu, PPTK Dinas PUPR Sampang, Amirul Kusnan, belum memberikan penjelasan meski telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Diamnya pihak terkait semakin menebalkan kecurigaan bahwa pekerjaan dilakukan secara serampangan dan minim pengawasan.
(Frz)














