SAMPANG, RADAR-X.Net – Suasana Dusun Lon Sabe, Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, akhir-akhir ini tak lagi teduh, keputusan Pj Kepala Desa Tlagah yang mendadak mencopot Abd. Syakur dari jabatannya sebagai Kepala Dusun memantik gelombang penolakan warga. Sabtu (20/09/2025)
Tak hanya masyarakat biasa, penolakan itu mengalir deras dari berbagai unsur: BPD, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga tokoh masyarakat. Semua menyatukan suara lewat surat keberatan yang dialamatkan kepada Camat Banyuates.
Bagi warga Desa Tlagah, Dusun Lon Sabe, pemecatan ini sulit diterima akal sehat. Sosok Abd. Syakur selama ini dinilai lurus, tak pernah berurusan dengan masalah, dan selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan.
“Beliau orangnya amanah, dekat dengan rakyat. Tidak ada alasan logis untuk memberhentikannya,” ujar Abd. Rosyid, anggota BPD, dengan nada kecewa.
Tokoh masyarakat, H. Sarimin, bahkan menyebut langkah Pj Kades sebagai tindakan sepihak yang bisa menimbulkan kegaduhan di desa.
“Tiba-tiba dipecat tanpa alasan jelas, ini mencederai rasa keadilan masyarakat,” katanya lantang.
Warga menegaskan, keputusan ini bukan hanya soal jabatan Kadus, melainkan soal kepercayaan dan stabilitas sosial desa. Jika suara mereka tak digubris, ancaman aksi besar-besaran pun mulai digaungkan.
“Kalau aspirasi rakyat terus diabaikan, jangan salahkan kami kalau bergerak lebih keras,” tandas Rosyid.
Kini, perhatian tertuju pada Camat Banyuates. Masyarakat menunggu apakah rekomendasi pemberhentian yang dinilai cacat itu akan ditarik kembali, atau dibiarkan menjadi bara konflik yang bisa menyulut keretakan di Desa Tlagah.
(Frm)














