Bondowoso, Radar-X.net – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan, (10/7/2025).
Salah satu buktinya adalah diresmikannya rehabilitasi saluran irigasi Dan Pakisan oleh Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, M.Ag, di Desa Pakisan, Kecamatan Tlogosari.
Dalam sambutannya, Bupati Hamid menegaskan bahwa pertanian adalah tulang punggung perekonomian masyarakat Bondowoso, terutama di wilayah pedesaan.
Untuk itu, ketersediaan air irigasi yang merata dan memadai menjadi faktor krusial dalam menunjang produktivitas dan kesejahteraan petani.
“Rehabilitasi bangunan saluran ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi wujud nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati.
Saluran irigasi ini sebelumnya mengalami kerusakan serius akibat bencana, yang menyebabkan penurunan fungsi dan mengganggu distribusi air ke lahan pertanian.
Melalui aspirasi masyarakat dan perencanaan matang, rehabilitasi pun dilakukan oleh Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso.
Pekerjaan dimulai sejak 23 April 2025 dengan nilai kontrak Rp499.436.900 dan waktu pengerjaan selama 90 hari kalender. Proyek ini mencakup dua kecamatan Pujer dan Tlogosari—serta tujuh desa yang akan merasakan manfaat langsung, yakni Desa Pakisan, Randuatan, Maskuning Wetan, Maskuning Kulon, Dukung Lor, Gedung Kidul, dan Pertemuan.
Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, turut hadir dan memberikan apresiasi atas keberhasilan proyek ini di tengah tantangan efisiensi anggaran secara nasional.
“Kami di DPRD siap mendukung penuh setiap langkah pemerintah daerah yang berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat, seperti infrastruktur pertanian dan air,” tegasnya.
Plt Kepala Dinas BSBK, Ansori, dalam laporannya menyebutkan bahwa dengan terpeliharanya saluran ini, diharapkan indeks pertanaman, produktivitas hasil panen, dan taraf hidup petani akan meningkat signifikan.
Bupati Hamid juga mengajak seluruh warga untuk turut menjaga dan merawat bangunan yang telah selesai direhabilitasi.
“Mari kita jaga bersama manfaat bendungan ini agar berkelanjutan. Jangan sampai rusak kembali hanya karena kelalaian atau ulah segelintir oknum,” pesannya.
Peresmian ini turut diisi dengan pemutaran video dokumenter perjalanan rehabilitasi, mulai dari bencana yang melanda hingga proses pemulihan tuntas.
Dengan selesainya proyek rehabilitasi Dan Pakisan, diharapkan semangat para petani semakin tumbuh untuk lebih inovatif, produktif, dan pada akhirnya, sejahtera.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan pemanfaatan rehabilitasi saluran Dan Pakisan,” pungkas Bupati.














