Aceh Tenggara, Radar-x.net – Tim Relawan Sahabat Sofyan Daood Aceh Tenggara siap mendukung dan memenangkan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) di pemilu 2024 mendatang.
Sofyan Dawood yang dikenal mantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mencalonkan diri melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dapil 1 Aceh yang meliputi 15 kabupaten/kota yaitu, Kabupaten Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya, Simeulue, Kota Banda Aceh, Kota Sabang dan Kota Subulussalam.
Tim Relawan Sahabat Sofyan Dawood For DPR-RI Aceh Tenggara terbentuk melalui rapat yang digelar di Cafe Raja Ayam Bakar, Minggu (05/11/2023).
Berdasarkan hasil musyawarah tim Relawan Sahabat Sofyan Dawood For DPR-RI, Fazli Budimansyah dipercayai menjadi Ketua Tim Relawan di Aceh Tenggara.
“Terimakasih sudah dipercaya teman teman semua menjadi ketua tim relawan sahabat Sofyan Dawood For DPR-RI, mari bersama sama kita memperjuangkan Sofyan Dawood menuju DPR-RI di pemilu 2024,” ujar Fazli
Fazli menyebutkan, kita satu tujuan, satu pilihan untuk berjuang dan menenangkan Sofyan Dawood menjadi DPR-RI.
Fazli juga meminta untuk tim relawan sahabat Sofyan Dawood tetap menjaga hubungan baik dengan calon anggota DPR-RI yang lain dari dapil 1. Mari bergandengan untuk menghantarkan kakanda Sofyan Dawood mantan juru bicara GAM menjadi juru bicara rakyat Aceh di parlemen DPR RI.
“Ingat kita jangan rebut suara orang lain, ambil suara orang yang tidak memihak siapapun untuk kakanda Sofyan Dawood,” ujarnya.
Fazli berharap kepada seluruh tim untuk bekerja secara profesional dan tetap komitmen untuk mengantarkan Sofyan Dawood menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dari daerah pemilihan (Dapil) Aceh 1.
Lanjut Fazli, terkait alat peraga kampanye untuk sekarang belum di fokuskan karena belum masa kampanye, setelah sudah ada intruksi, insallah akan disiapkan dan dibagikan.
“Kita tetap ikuti aturan KPU, dan mentaati aturan yang berlaku untuk tidak memasang APK sebelum ditetapkan kampanye.” ungkap Fazli. (RH).














