INDRAMAYU, RADAR-X.net – LSM KPK Nusantara soroti Rehabilitasi Proyek Jalan rabat beton di Desa Sumur bandung yang berada di wilayah kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat.
Menurut Agus Seha selaku ketua LSM KPK Nusantara mengatakan, lemahnya pengawasan dari pihak Direksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kebupaten Indramayu Proyek dengan membiarkan tinggi bekisting lebih tinggi dari betonisasi.
“Proyek tersebut, diduga tidak menjalankan SOP sesuai spesifikasi yang tertuang pada RAB dan RKS. Mulai dari volume ketinggian beton, diameter besi beton Sloup dan Douwel. Pasalnya, semua itu akibat lemahnya pengawas yang tidak berada di lokasi pengecoran menjadi kesempatan kontraktor nakal,” ungkap Agus pada wartawan Radar-X. Rabu (25/10/23).
“Kami akan melayangkan surat ke pihak instansi terkait proyek tersebut sampai betonisasi kering. Kami meminta pada pihak terkait agar dilakukan kor secara acak.” Tambahnya.
Ia juga menilai, pada saat pengecoran masih tampak kondisi jalan yang kurang di padatkan sehingga hal tersebut dapat menyebabkan tektur pada lantai beton mengalami perubahan tentunya akan terjadi keretakan.
“Kalau pekerjaan tersebut diterima oleh pihak direksi dan dilakukan pembayaran sesuai RAB, maka hal tersebut terlalu dipaksakan. Lihat saja bekisting dengan tinggi 26 cm, sedangkan ketinggian beton bervariasi sekitar kurang lebih 16 sampai 17 cm ketebalannya,” ulas Agus.
Agus berharap pihak direksi terkait betul-betul memeriksa secara insten proyek tersebut sehingga tidak terjadi adanya kerugian negara yang besar.
(Tim)














