Aceh Tenggara, Radar-x.net – Ketua Ekonomi Kreatif Aceh Tenggara (Agara) Bisri Assadiky menuturkan, generasi muda harus kreatif, agar menjadi bagian dari tulang punggung ekonomi nasional. Untuk itu, imbuhnya, mereka harus bisa memanfaatkan peluang.
“Perubahan zaman tidak bisa dibendung, zaman semakin cepat berubah. Tantangan dan potensi ekonomi berjalan beriringan, apabila generasi muda tidak bisa mengikuti akan tertinggal. Begitu sebaliknya, apabila generasi muda kreatif, maka dapat dipastikan bisa memanfaatkan peluang yang ada,” ujar Bisri kepada Media Radar-x.net, Minggu (09/04/23).
Dikatakannya, Ekonomi Kreatif (Ekraf) Aceh Tenggara telah terdaftar di Program Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2023, yang langsung dibawah naungan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia.
Dengan hadirnya Ekraf di Aceh Tenggara, bertujuan untuk menggali, memanfaatkan, menumbuhkembangkan ekonomi kreatif unggulan daerah, serta membangun kesadaran dan komitmen seluruh pemangku kepentingan sehingga tercipta ekosistem pengembangan Kabupaten/Kota Kreatif terkhususnya di Aceh Tenggara.
Bisri juga menyebutkan, di era digitalisasi seperti sekarang banyak peluang yang bisa memberi kesejahteraan. Sesuai dengan tujuan EKRAF dengan mendorong 17 subsektor ekonomi kreatif terdiri dari Aplikasi, Pengembangan Permainan, Arsitektur, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Fashion, Film/Animasi Video, Fotografi, Kriya, Kuliner, Musik, Penerbitan, Periklanan, Seni Pertunjukan, dan Seni Rupa.
Gagasan kreatif ini sangat diperlukan dalam kehidupan ekonomi, dengan gagasan ini para pelaku ekonomi kreatif dapat memuncul suatu ide yang inovatif, sehingga dapat menjadi pendorong dalam meningkatkan kegiatan ekonomi di Aceh Tenggara.
Bisri berharap, pemuda dapat berperan dalam ekonomi kreatif ini. Generasi muda bisa mempunyai pendapatan, dan menciptakan lapangan kerja. “Saya yakin generasi muda adalah ujung tombak pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di Aceh Tenggara.” (RH).














