Investigasi

Diduga Minimnya Pengawasan Pel.Fisik Program Hibah Berakibat Buruknya Hasil Kualitas Fisik

×

Diduga Minimnya Pengawasan Pel.Fisik Program Hibah Berakibat Buruknya Hasil Kualitas Fisik

Sebarkan artikel ini

JEMBER, RADAR-X.net – Disaat era Demokrasi sudah mulai pudar, ada terdapat kurang lebih 21 titik paket proyek hibah Provinsi yang dialokasikan di desa Jenggawah kecamatan Jenggawah Jember, program anggaran tahun 2022.

Program hibah Provinsi usulan M. Reno Zulkarnaen S.IP anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Demokrat ini patut diduga dikerjakan asal-asalan.

Pasalnya, seperti yang tampak pada gambar ada 4 titik paket program hibah Provinsi Jatim milik M Reno Zulkarnaen S.IP merupakan Sekretaris DPD Demokrat Jatim ini sudah mengalami Rusak dan Ambrol.

Informasi masyarakat sekitar lokasi kegiatan yang tidak mau disebutkan namanya pada awak media mengatakan bahwa, “mau kuat bagaimana bangunan seperti ini pak, katanya ini proyek bansosnya DPRD Prov Jatim pak, kok campuran semennya hanya segitu, ya gak mungkin kuatlah pak, bahkan sekarang sampeyan tahu sendiri buktinya, untuk menahan Aliran air hujan saja sudah gak mampu kan pak..!” cetusnya.

Hasil pantauan media di lapangan mendapati banyak informasi yang mengatakan bahwa, terkait pelaksanaan fisik proyek hibah usulan M. Reno Zulkarnaen S.IP anggota DPRD Provinsi Jatim semua di koordinir oleh “Miko” warga desa Ambulu kecamatan Ambulu kab Jember, beserta anggotanya, artinya bukan dikerjakan oleh ketua pokmas bersama pengurus dan anggotanya sebagai pengusul.

Ironisnya, pelaksanaan sejumlah 21 fisik proyek hibah DPRD Prov Jatim yang dialokasikan untuk desa Jenggawah kecamatan Jenggawah kabupaten Jember ini kesannya minim sekali pengawasannya, sehingga hasil fisik bangunannya kuat diduga jauh lebih buruk kualitasnya dari Rencana Anggaran Biayanya (RAB).

Saat media mempertanyakan terkait banyaknya paket proyek hibah Provinsi Jatim untuk desa Jenggawah apakah ada hubungan khusus dengan kepala desa Jenggawah.? atau misal ada semacam kontrak politik.? Spontanitas Supardi menjawab, dari banyaknya proyek tersebut justru kepala desa Jenggawah merasa dirugikan…!

Kenapa demikian, tanya media?. Supardi mengatakan, “mau ngomong gak rugi bagaimana pak…? Gara gara proyek itu saya harus betulin selokan….ya nguruk dsb,” kata Supardi.

“Sampeyan kan sudah tau dan kenal dengan P Miko. Kan sudah tau sampeyan itu kalau P Miko orang terpelit se dunia..?” Tandasnya.

Sayangnya berkali-kali awak media menghubungi no telefon seluler Miko selaku Koordinator proyek hibah M. Reno Zulkarnaen S.IP Demokrat tersebut, tidak berkenan merespon konfirmasi media. Kamis (27/10/2022).

Bersambung…..
(Latif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page