INDRAMAYU, RADAR-Xnet – Pemerintah membangun Terminal Kota Indramayu masuk Type B Provinsi Jawa Barat tidak hanya menjadi pusat transportasi Bus antar kota, tetapi juga sebagai pusat kawasan komersial dengan melibatkan karang Taruna dan beberapa mayarakat setempat saja untuk mengembangkan fasilitas komersial tersebut seperti dijadikan lahan Parkir untuk Pengunjung Toserba Yogya.
Dalam perparkiran sendiri termasuk Perda No. 16 Tahun 2017 tentang perparkiran.
Menurut Agus selaku ketua LSM KPK Nusantara saat disambangi di kediamannya ditanya terkait terminal dijadikan komersial pada Radar-X.net mengatakan, jika memang terminal bisa dimanfaatkan untuk perparkiran dan tidak mengganggu aktifitas transportasi Bus dan Elf, ia berharap lahan parkir yang luas di pusat jantung kota berfokus pada pengembangan bisnis yang dikelola oleh dishub pemerintah setempat saja bukan karang taruna atau pihak swasta manapun. Tapi dengan tetap memanfaatkan terminal sebagai sarana penunjang bagi penumpang. Sebab, penumpang bus mayoritas berasal dari golongan menengah ke bawah yang akan menghemat pengeluaran.
Kemudian, lanjut Agus, terkait dengan kebutuhan dan karakteristik penumpang yang berbeda dengan tujuan Bandung, Surabaya, Cirebon sekarang sudah mulai sepi, mungkin penumpang lebih memilih trevel hingga kini terminal sendiri seperti penumpang antar kota atau hanya dalam kota.
Selanjutnya berkaitan dengan isu Terminal kota yang lahan parkirnya dikomersialkan oleh oknum-oknum tertentu sebaiknya dishub Indramayu turun tangan membenahinya hingga tidak di cap sebagai terminal sebagai Praktek pungli.
Agus juga menyebut hal ini juga penting karena peran pemerintah tersebut menjadi salah satu faktor utama dalam pengembangan terminal sehingga masyarakat sekitar yang nganggur bisa bekerja untuk mengais rezeki dan mengikuti alur peraturan serta pengembangan dan mau diajak maju untuk menciptakan lingkungan yang aman tertib dan bersih juga bermartabat sesuai slogannya Nina Agustina SH.MH., selaku Bupati Indramayu.
“Yang terpenting adalah pemasukan dari hasil parkir itu bisa masuk Ke Kas OPD hingga pemerintah bisa menyiapkan sistem transportasi baik dan lahan bisa dipergunakan massal masyarakat sekitar dengan sendirinya terminal jadi hidup keberadaanya, dan menjadi harapan pengunjung yang datang ke terminal merasa nyaman dan aman,” pungkas Agus.
(Tim)














