Lingkungan

“Kecolongan”, Diduga Proyek Siluman Masuk Tanpa Pamit

×

“Kecolongan”, Diduga Proyek Siluman Masuk Tanpa Pamit

Sebarkan artikel ini

Sampang, radar x. net – Aneh dan nyata, salah satu kegiatan proyek Plengsengan yang berada di Dusun Pancor Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura Jawa Timur, diduga tanpa kerlibatan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

Ironisnya, Proyek yang ditangani CV. Cipta kini menjadi sorotan, dan terkesan dikerjakan secara diam-diam dan dikerjakan tanpa pemberitahuan Pemerintah Desa (Pemdes) khususnya kepala Desa Ketapang Timur.

Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, yang berhasil dihimpun oleh media Radar x dilapangan, Proyek plengsengan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan pagu nilai anggaran, 198. 865.000, pada tahun 2021,

ironisnya , kegiatan tersebut diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Belanca (RAB), dan anehnya lagi, Pemerintah Desa (Pemdes) Kepala Desa setempat tidak tau, sejak kegiatan dilaksanakan hingga pekerjaan sudah selesai dikerjakan hingga 100%.

Menurut salah satu warga setempat, jika kegiatan tanpa mengetahui Pemerintah Desa (Pemdes) setempat, tentunya kegiatan tesebut siluman.

“Kami atas Masyarakat setempat, sangat menyayangkan adanya proyek Plengsengan tersebut yang dikerjakan tanpa sepengetahuan Kepala Desa Ketapang Timur, bahkan pekerjaan tersebut sudah jelas tidak sesuai dengan RAB, Karena melihat bahan material yang digunakan diduga dibawah nilai standart.

“Ini yang dinamakan proyek siluman mas..! Karena tanpa sepengetahuan pihak Kepala Desa setempat dan tiba – tiba ada proyek plengsengan sudah dikerjakan.” Ucapnya dibalik senyum kecilnya

“Kami sangat kecewa terhadap pihak pelaksana CV Cipta, yang jelas-jelas sudah mengambil lokasi agar bisa mengerjakan proyek tersebut dengan seenaknya,” Katanya, Selasa, 25/01/2022

Menurut warga yang tidak mau disebut namannya itu, bahwa pemilik proyek tersebut sampai saat ini tidak diketahui orangnya, bahkan pihak pelaksana pun tidak tau etika, kalau seperti ini karena yang yang punya wilayah kepala Desa seharusnya ada pemberitahuan sebelum dikerjakan.

“Dengan anggaran begitu besar tidak ada pemberitahuan kepada Kepala Desa setempat, takut ada masalah dari pemerintah dalam pengerjaan proyek tersebut, hingga imbasnya Kepala Desa juga mas,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Desa Ketapang Timur, Mat Taryo saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya benar – benar tidak tau dengan ada pekerjaan kegiatan tersebut.

“Saya tidak tau dengan adanya pekerjaan proyek tersebut, taunya pekerjaan itu sudah selesai dan informasi dari warganya.’ Cetusnya

(Korwil Madura/Wahed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page