JEMBER, RADAR-X.net – Dalam rangka turut serta mendukung apa yang menjadi sebuah gagasan/motto Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak Elestianto untuk menciptakan (JATIM BANGKIT).
Pada Selasa 7 Desember 2021, Dinas Kehutanan Provinsi Jatim melalui Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Jember bersama dengan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur H. Karimullah Dahrujiyadi, S.P. dari Fraksi Golkar melakukan giat yang bertajuk “Hari Menanam Pohon Indonesia”.
Acara yang diprakarsai oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Jember tersebut bertempat di Lokasi Wisata “BUKIT TERAPI 9” yang ada di wilayah Jember ujung paling selatan, tepatnya di desa Curah Nongko kecamatan Tempurejo kabupaten Jember.
Acara yang diselenggarakan di Lokasi Wisata yang bernuansa Asri, Rindang dan nyaman awal dimulainya acara itu pada pukul 9.30 WIB hingga selesai berjalan dengan hikmat dan lancar.


H. Karimullah Dahrujiadi S.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa, yang pertama ia menyampaikan kapasitasnya sebagai masyarakat, dan sebagai pemilik dari pada Bukit Terapi 9 dan juga sebagai anggota DPRD Provinsi Jatim.
“Pertama kegiatan ini, tentu bisa tergelar karena adanya komunikasi antara masyarakat dengan Dinas yang saya wakili. Selanjutnya ada sebuah keinginan kuat saya sebagai masyarakat dan teman-teman kelompok Tani Hutan ini. Ada satu kegiatan untuk melestarikan hutan, dan adanya kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat yang tentu ada dampingan dari pemerintah,dimana kegiatan itu yang kita rasakan seperti saat ini.” Kata Karimullah.
Karimullah juga mengatakan, salah satunya dengan kegiatan menanam tanaman pohon atau tanaman buah-buahan, karena dengan adanya program ini tentunya masyarakat akan mendapatkan suatu manfaat, apakah dari sisi kelestarian hutannya atau tanamannya.


“Yang kedua juga akan mendapat manfaat tambah dari sisi ekonominya. Dengan penyampaian itu direspon kami sampaikan terima kasih, dan disini ada 2 kelompok, ada kelompok tani hutan blok 9 yang memang binaan Taman Nasional tentu ada program yang sudah masuk yang hari ini terbukti, yang awalnya ini gundul menjadi lahan yang tidak terurus.” Jelas Karimullah.
“Saat ini kita saksikan bersama ada 10 Ha yang ini dikerjakan oleh Taman Nasional beserta kelompok tani Hutannya bisa membuktikan diri ini menjadi Hutan kembali, sedangkan kelompok tani Sunan Jogowono Ini lebih mengarah kepada lahan-lahan Rakyat, memang ada 2 kelompok yang memang itu menjadi pembeda.” Tambah Karimullah.
“Apalagi saya sendiri asli warga masyarakat desa Curah Nongko sini yang memang mempunyai cita-cita, kalau di jaman kepemimpinan P Zalal dulu Membangun Desa Menata Kota, saya punya keinginan yang lebih tinggi lagi pak buk. Yaitu “Menata Hutan Bernuansa Kota,” papar H Karimullah.
Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Jember “Didik Triswantara S.Hut., M.M., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas dukungan DPRD Provinsi dari Komisi B yang merupakan salah satu mitra Dinas Kehutanan yang ada di Jember dan Bondowoso.
“Berkat dukungan dari bapak-bapak yang punya regulasi untuk kebijakan terkait dengan permasalahan kehutanan hususnya diprogram Dinas Kehutanan, dan alhamdulillah atas dukungan beliau salah satu program Dinas Kehutanan bisa terealisasi hari ini di desa Curah Nongko kecamatan Tempurejo Jember ini. Mudah-mudahan nantinya bisa bermanfaat khususnya bagi masyarakat desa hutan yang ada disini.” Ucap Didik.


“Saya amati pertama kali saya masuk kesini tadi bahwa di daerah sini salah satu daerah penyanggah kawasan hutan gih. Artinya masyarakat disini sangat tergantung sekali dengan kawasan hutan. Oleh karna itu Misi kami Dinas Kehutanan adalah, satu konservasi dan yang kedua adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kedua misi itulah harapkan sama-sama jalan, Konservasinya jalan, pemberdayaannya juga jalan.” Harap Didik.
“Apa yang disampaikan oleh bapak Presiden Ir. Joko Widodo waktu itu untuk menanggulangi kebakaran hutan dan Ilegal Logging, contohnya adalah solusi permanen yang kita berikan kepada masyarakat untuk menanggulangi semua itu. Contohnya ya seperti yang kita lakukan hari ini, maka dari itu kita berfikir dengan memberikan solusi permanen ini bisa mengalihkan kebiasaan masyarakat. Misalnya yang dulu mungkin merambah kawasan hutan, dengan adanya pemberdayaan ekonomi di sekitar kawasan hutan sekarang sudah tidak merambah lagi.” Imbuh Didik.
“Nah konsep yang dibangun Oleh H Karim ini mudah-mudahan menjadi Embrio untuk Wisata dengan melibatkan panjenengan-panjenengan semua untuk mengelola wisata, akhirnya jenengan sudah tidak lagi kepikiran untuk menebang kayu kan begitu gih bapak-bapak ibu-ibu semua.” Pungkas Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Jember mengakhiri pidaronya.
(Ltf)














