INDRAMAYU, RADAR-X.net – Pemerintah Daerah Indramayu telah mengucurkan dana untuk pemagaran Puskesmas Sukra yang anggarannya didapat dari APBD melalui Dinas Kesehatan.
Dalam kegiatan proyek pemagaran di Puskesmas Sukra sangat sungguh disayangkan, karena tidak adanya pengawas ataupun mandor yang mengawasi kegiatan pembangunan tersebut. Hal ini terkonfirmasi saat awak media radar-x.net menemui salah satu pekerja proyek. Pada Senin (01/11/202)
“Iya pak, memang benar disini tidak ada galian untuk pondasi karena di RAB nya sendiri emang tidak ada,” kata salah satu pekerja.
Pihak Puskesmas dr. Berlian (Kapus Sukra), saat dikonfirmasi awak media menyampaikan, bahwa dirinya selaku Kepala Puskesmas tidak tahu menahu dalam hal proyek karena disini hanya penerima manfaat.
“Lebih jelasnya, saya usulkan tanyakan saja ke Dinas Kesehatan, sekali lagi kami hanya penerima manfaat,” ucap dr. Berlian.
Dijumpai di lokasi proyek, Hery, salah satu Pengurus DPC LSM KPK Nusantara (Komunitas Pemantau Korupsi) Kab. Indramayu, sedang melakukan giat kontrol sosial dan hendak menanyakan pelaksanaan pembangunan tersebut.
“Harusnya setiap pekerjaan/proyek wajib hukumnya ada pengawasan dari pihak Pelaksana, yang gunanya untuk mengawasi jalannya pekerjaan proyek.” Tandas Hery


Hery merasa prihatin karena proyek ini dianggarkan dari APBD, ada uangnya rakyat disitu.
“Hasil investigasi ini akan saya sampaikan sebagai laporan ke Ketua DPC KPK-N Kab. Indramayu, agar ditindaklanjuti ke Dinas terkait.” Tegas Hery dengan nada tinggi.
Terpisah, menurut keterangan dari Udin, pekerja proyek di Puskesmas Sukra. “Saya tadinya memang sebagai mandor pelaksana, namun sekarang saya mengundurkan diri dan saya sekarang sebagai pekerja biasa.” Ujar Udin.
“Perihal pengawas yang mengawasi pekerjaan tersebut, saya tidak lagi.” Tambah Udin.
(Sod)














