Investigasi

Polemik BPNT, Kades Dan Agen Pontensi Dipangil DPRD Pamekasan

140
×

Polemik BPNT, Kades Dan Agen Pontensi Dipangil DPRD Pamekasan

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN, RADAR-X.Net – DPRD Pamekasan, menyikapi polemik bantuan sosial berupa BPNT di Tagangser Laok, Kecamatan Waru, yang akhir-akhir ini terkesan buruk.

Pasalnya, agen hanya dijadikan boneka oleh pemerintah desa setempat di bawah kendali kepala desa.

“Kami akan dalami persoalan ini, kalau benar faktanya seperti itu (agen formalitas) pasti akan kami tindaklanjuti. Kami akan memangil pihak terkait baik Dinsos atau Bank BNI. Jika realitnya seperti itu, jelas itu sudah menyalahi aturan,” kata Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Sahur.

Sementara Politisi PPP itu tidak bisa mengurai panjang lebar polemik tersebut. Akan tetapi ia berjanji akan mendalami hal tersebut dengan mencari informasi dan fakta sebenarnya.

Sebelumnya, hingga saat ini Baik Dinsos atau Bank BNI bisa diangap belum ada keberpihakan terhadap warga miskin penerima Bansos. Sebab memasuki pada bulan kedua ini, agen masih tetap menjadi penyalur bantuan.

Ironisnya, dua agen penyalur BPNT binaan Bank BNI di desa Tagangser Laok diduga dikendalikan oleh kades setempat. Sebagaimana pengakuan diantara agen tersebut.

“Setiap bulan kades yang mengirim sembako ke untuk di salurkan ke KPM, jadi apa yang telah dikirim ke sini, kami salurkan,” kata salah satu agen BPNT.

Selain itu dalam penyaluran tersebut Keluarga Penerima Mamfaat (KPM) diduga juga dirugikan. Sebab, KPM hanya diberikan beras tidak jelas merknya seberat 15 kg dan telur 15 butir, hal itu sangat tidak sesuai dengan nominal uang Rp.200 yang ada buku tabungan KPM. (Hol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page