JEMBER, RADAR-X.net – Pelaksanaan proyek Bansos Provinsi Jawa Timur yang dialokasikan pada Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) MI TARBIYATUL HUDA di Jl. Kartini 57 Kemuningsari Kidul Kecamatan Jenggawah Jember dikerjakan oleh Arif Sugito.
Menurut Dul Gani kepala sekolah pada media mengatakan bahwa, pembangunan gedung RKB MI TARBIYATUL HUDA setelah lebaran idul Fitri kemarin dikerjakan oleh Arif Sugito pemilik sebuah CV yang kebetulan juga sebagai pengurus Yayasan Tarbiyatul Huda. Sabtu 28 agustus 2021, di ruang kerjanya.
“Proyek ini merupakan salah satu programnya Bansos dari Provinsi jatim yang digelontor oleh Partai Golkar. Karna memang sekolah kami ini sangat membutuhkan pengembangan pembangunan untuk tiga lokal gedung Ruang Kelas Baru (RKB). Ya ini apa salah anggaran atau bagaimana yaa, ngedak tiga lokal anggarannya dari provinsi Rp.300Juta, ini cukup apa gak ya, bukan rahasia lagi, masak perlu saya cerita ke sampeyan, masuk ke rekening memang 300 tapi setelah itu ya masak perlu saya cerita, ya mereka mereka kan juga yang bawa proposal kemudian lain lainnya, tidak murni, nominalnya yang saya tidak tahu begitu yang saya terima 300 ya langsung saya serahkan pada CV nya, bagaimana dia mengatur karna H Gito kan satu partai dengan H Karim, ya tak sampaikan bagaimana sampeyan pinter pinter ngelobi H Karim H. Gito, karna saya denger-denger rumor jarene Fifty-Fifty mboh wes aku gak weroh wes,” tutur Dul Gani dengan logat jawanya pada media.
Drs. H. Arif Sugito yang disebut-sebut sebagai pengurus dan penasehat yayasan sekaligus merangkap sebagai pelaksana kegiatan program tersebut, saat dihubungi media sangat disesalkan, tiba tiba ia marah-marah menggunakan bahasa komunikasi yang sangat emosi pada saat awak media mempertanyakan melihat adanya kegiatan program. Sebab di lokasi tidak terlihat adanya papan nama proyek/prasasti kegiatan.


Dalam konfirmasinya Drs. H. Arif Sugito terkesan seolah olah bukan orang yang berpendidikan dalam komunikasi telefon seluler, bahkan kesannya seperti komunikasi orang awam yang tak punya etika dan estetika dalam berbicara.
Saat ditanya proyek programnya apa, berapa anggaran biayanya dan kenapa kok tidak ada papan namanya, Gito sapaan akrab balik bertanya pada media, “keperluannya apa, apa sudah punya data kok mempertanyakan papan nama/prasasti dan anggaran proyek, memangnya kamu siapa?” tanyanya melalui telefon celulernya.
Namun tak seberapa lama kemudian, tiba tiba Drs. H Sugito datang dan muncul di ruang Yayasan tempat awak media yang sedang ngobrol dengan kepala sekolah di situ. Sehingga klop sudah diruang itu, ada Dul Gani kepala sekolah, juga Drs. H. Arif Sugito yang disebut oleh kepala sekolah sebagai pelaksana proyek Bansos Provinsi Jatim.
Ada perubahan steatement Dul Goni yang disampaikan pada media di ruang itu, yang awalnya merupakan sebuah ungkapan kepolosan/kejujuran.
Beberapa saat kemudian awak media coba menghubungi nomor telefon H Karim untuk konfirmasi terkait program Bansosnya yang digelontor pada pembangunan RKB MI TARBIYATUL HUDA, menjelaskan lewat telefon selulernya bahwa besok pada Minggu, pukul 9.00 WIB dirinya menghadiri acara di kantor Golkar Jember. (Ltf)














