![]() |
| Acara Isro’ Mikroj di Masjid ‘AL-INAYAH’, Foto : Dra |
JEMBER – Peringatan hari besar Islam, hampir seluruh umat muslim seluruh dunia merayakannya. Berbagai formula dan ritual yang dikemas dalam perayaan hari besar Islam tentunya berbeda-beda. namun, tetap satu tujuan yaitu mengikat tali Ukuwah Islamiyah antar umat muslim.
Dalam hal ini, acara Isro’ Mikroj yang diselenggarakan di Masjid ‘ AL-INAYAH ‘, Dsn. Gundang, Ds. Sumberjambe, Kab. Jember, Jawa Timur. Jum’at(06/05/2016), Pukul 19.30 WIB.
Yang mana peristiwa Isro’ wal Mikroj ini bukan urusan akal tetapi urusan iman kepala Allah SWT. Kejadian yang sangat luar biasa dalam peristiwa ini yaitu Rasulullah Muhammad SAW, perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, dari masjidil Aqsha langsung ke langit nomer 7, yang disebut dalam agama Islam yaitu ‘sirotul muntaha’. Adapun perjalanan yang sangat jauh ini hanya ditempuh selama 2 jam oleh kekasih Allah SWT, yaitu Nabi Muhammad SAW.
Tidak lain dalam Isro’ Mikroj, Kanjeng Nabi jungjungan umat muslim, menerima perintah sholat oleh zat yang maha suci(Allah SWT). Maka dari itu, peristiwa Isro’ Mikroj selalu diperingati oleh umat muslim untuk selalu mengingat perintah wajib dari Allah SWT.
Sementara itu, KH. Abdul Majid, muballig yang sengaja diundang oleh jajaran takmir masjid, dalam paparannya, “Mari kita selalu tingkatkan keimanan kita sama Allah SWT, bukan cuma sekedar memperingati Isro’ Mikroj saja, tapi sholat yang harus diutamakan,” jelasnya, didepan para undangan.
Ditempat yang sama, Subari, ketua takmir, menambahkan, “Bentuk apresiasi kami kepada baginda Rasul Muhammad SAW, bentuk kecintaan kami dalam bentuk memperingati perintah sholat yang disebut Isro’ Mikroj,” tandas ketua takmir yang juga sebagai kepala KUA Kec. Sukowono.
“Himbauan kami kepada seluruh warga muslim, khususnya muslim yang berada di desa Sumberjambe, agar senantiasa memegang teguh agama Islam, dan mari bersama sama ibadah yang rutin, karena hidup hanya sesaat,” imbuhnya dalam acara.
Hal senada juga di sampaikan Drs. Wahyudi, salah satu anggota takmir masjid Al-Inayah, masjid adalah tempat beribadah mas, kami sangat berharap agar supaya warga lingkungan dusun gundang selalu berjemaah di Masjid. “Selain kewajiban, pahalanya lebih besar dari pada shalat sendirian,” harapnya, sambil menyisingkan baju batik warna biru. (nurhasin/dra)













