![]() ![]() |
| Korban Saat di RS. DKT Jember, Foto: Basovi, |
JEMBER – Dugaan malpraktik yang dilakukan oleh salah satu petugas Puskesmas di Jember melalui program posyandu, kini terus bergulir. Korban Grisilda Almirah Btisia, yang masih balita yaitu berumur 11bulan harus menanggung sakit yang begitu parah. Karena pasca penyuntikan Vaksin DPT3 yang disinyalir dilakukan oleh pembantu bidan saat posyandu pada beberapa pekan lalu, di posyandu Melati 69 Ds. Klatakan, Kec. Tanggul, Kab. Jember, Jawa Timur.
Kini Korban, harus terbaring lemas di RS. DKT Jember karena akibat suntikan vaksin yang menyebabkan kakinya bengkak dan muncul benjolan merah. Orang tua korban, Laureza Prawiranda, tidak tinggal diam melihat kondisi anaknya yang seperti ini. Beberapa kali mendatangi Puskesmas setempat untuk meminta pertanggung jawaban tetapi dari pihak puskesmaspun seakan acuh tak acuh melihat kejadian ini. Sehingga, orang tua korban harus melaporkan dugaan malpraktik ini ke pihak Mapolres jember beberapa hari yang lalu.
Seperti yang dijelaskan, Taufiq, salah satu anggota LSM-KPK Nusantara ( Komunitas Pemantau Korupsi ), Korcam Kec. Bangsal, yang istiqomah mendampingi keluarga korban. “ Saya dimintai tolong oleh keluarga korban mas, terkait kejadian yang menimpa anaknya. Yaitu dugaan malpraktik sehingga anaknya menagis terus seusai disuntik Vaksin di posyandu,” jelasnya.
Ditambahkannya,” saya selaku pendamping dari keluarga korban, sudah beberapa kali mendatangi pihak Puskesmas untuk klarifikasi persoalan ini. Namun, Hasilnya nihil dari pihak puskesmas tidak ada tanggapan apa apa,” tambahnya
“ Ini menyangkut nyawa manusia mas, karena dari pihak Puskesmas tidak ada tanggapan apapun. Maka kami melaporkan kejadian ini ke Mapolres Jember,” tutup korcam LSM KPK ini, di RS. DKT saat menyambangi korban yang akan dilakukan operasi, kepada radar-x.net, Selasa (28/06/2016).
Ditempat yang sama, orang tua korban juga menyampaikan,” saya segera larikan anak saya ke RS. DKT, karena petunjuk Dokter saat dilakukan Visum anak saya harus dioperasi, dan disuruh mempersiapkan dana 8juta,” katanya.
“ Saya bingung mas, karena saya dari keluarga miskin mau dapat dari mana uang sebanyak itu. Akhirnya demi nyawa anak, saya harus mencari uang itu dan saya bawa ke DKT untuk dilakukan operasi,” tandasnya, disamping anaknya yang lagi berbaring di DKT Jember.
Diungkapnya, “ harapan keluarga saya, agar supaya proses hukum yang kami laporkan di Polres Jember agar supaya secepatnya diproses, dan dituntut sesuai dengan hukum yang berlaku,” pungkasnya. (basovi)














