![]() ![]() |
| Foto : Sukri, |
BONDOWOSO – Deklarasi Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) dan ikrar Pemuda Santri Bondowoso anti-narkoba, yang di di haidiri oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, berlangsung di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Tangsil Wetan, kecamatan Wonosari, kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (27/8/2016).
Menteri Sosial Hj. Khofifah Indar Parawansa, mengingatkan dalam Deklarasi tersebut, akan bahaya peredaran narkoba yang kini sudah mulai menyentuh anak-anak penerus bangsa.
Selain itu, bukan hanya di usia remaja, sampai Taman Kanak-Kanak (TK) pun jadi sasaran barang haram itu. Karena itu, “Sekarang yang disasar anak PAUD dan TK. Rupanya seperti permen, harganya murah. Sekali dua kali bahkan diberikan gratis, tapi setelah itu dipaksa membeli, karena sudah ketagihan,” tuturnya
Dalam Deklarasi tersebut ia mengajak masyarakat untuk mengantisipasi agar tidak mudah membeli jajanan yang terindikasi bisa menimbulkan ketagihan. Apalagi, sampai menerima jajanan yang ditawarkan dengan gratis.
“Kalau sudah ketagihan, nanti anak-anak akan dipaksa mencuri untuk membeli. Efeknya, dan akan melakukan kriminalitas usia dini, mau jadi apa nanti generasi penerus bangsa ini,” tambahnya
Efek domino dari jajanan berupa permen yang dikonsumsi oleh anak TK dan usia dini ini, menurutnya cukup berbahaya. Sebab, bisa merusak mental generasi penerus bangsa.
Disamping itu, beliau juga mengajak lahirnya Baanar tidak awu-awu atau hanya sekadar ada dan deklarasi. Tapi, efek gerakannya harus bisa menyentuh lapisan paling terkecil.
“Setelah deklarasi tidak diam, tapi ikut bergerak, menyelamatkan generasi bangsa dari peredaran narkoba,” tandasnya.(sukri)
















