BONDOWOSO – Kegiatan menjemput Pasien Penderita Katarak di beberapa dusun yang dilakukan dengan mengunakan ambulan gratis partai Gerindra menuai konflik.
Pasalnya, menurut kesepakatan Mobil partai dilarang masuk kelokasi, sehingga simpatisan partai Gerindra yang merasa bertangung jawab sebagai penjemput peserta dari rumahnya mengusahakan agar peserta bisa masuk kelokasi. Dalam hal ini harus menyediakan mobil pengimbal, agar peserta oprasi katarak yang dijemputnya tidak kecewa.
Menurut, Supriyanto, SH., Ketua DPC Partai Gerindra Bondowoso, ketika dikonfirmasi, baru turun dari pesawat di Bandara Juanda Surabaya usai mengikuti Rakernas di Jakarta berang mendengar mobil partai tidak boleh masuk ke lokasi oprasi katarak dia mengatakan,
“Terkait masalah-masalah kegiatan Sosial, Pemerintah mempersulit perijinan seharusnya jangan membatasi ruang gerak parpol, menurut saya itu tidak benar, seharusnya mensport, memfasilitasi, tidak seperti saat ini masuk ke RS NU saja kami harus menyediakan mobil pengimbal,” ujarnya.
Selama ini cara pandang mereka yang menganggap apa yang kita lakukan sebagai sebuah pencitraan, tidak benar. “Apa yang kita lakukan ikhlas, sehingga masyarakat paham bahwa tidak semua parpol butuh mereka hanya pada saat pemilu, baik pemilu legislatif atau pilkada.” tegasnya
“Saya masih ingat betul apa yang dipesankan ketua umum Partai Gerindra Bpk. Prabowo, bahwa kita harus berbuat meski sekecil apapun pada masyarakat. Jadi saya pribadi sangat tidak setuju jika ruang gerak partai dibatasi dalan kegiatan sosial, kita juga orang NU, jadi kalau gerak kita dibatasi apa jadinya?, Seharusnya partai-partai politik berlomba-lomba melakukan kegiatan sosial tanpa menunggu moment tertentu,” tandasnya.
Secara terpisah, menurut H. Kamil Haddadi selaku ketua pembina LP2SM. mengatakan kepada Radar-x Pihaknya sangat mengapresiasi terhadap siapapun yang sudah semangat untuk membantu kegiatan tersebut. Akan tetapi kami berharap kepada siapapun yang mau membantu dalam kegiatan ini agar tidak menggunakan atau mencantumkan nama partai apapun karna kegiatan ini murni kemanusiaan.
Dalam kegiatan ini “saya tidak melarang dalam membantu bahkan saya sangat berterima kasih atas semangat dan dukunganya, namun kami juga berharap siapapun yang akan membantu agar tidak melibatkan partai apapun,” katanya
Maksud dari kegiatan oprasi katarak tersebut untuk menjalin kebersamaan dan saling membantu kaum fakir miskin karna kergiatan ini murni kegiatan kemanusiaan,
Kegiatan akan berlangsung selama empat hari target oprasi katarak 150 orang dan pemberian kacamata gratis 1500 yang ketiga adalah (protesa) mata atau mata palsu.
“Hari pertama kacamata itu tertangi 600 lebih kemaren terakhir itu sudah mencapai target hari pertama mencapai 60 orang yang berhasil di oprasi pada hari kedua mencapai 51 orang, di hari ketiga kurang lebih 30 orang.” jelasnya
Karna dokter lokal pada saat hari ketiga ini, adalah dokter lokal yang siap menjadi oprator dokter spesialis mata di Kabupaten Bondowoso, yang rencana akan di kirim ke klinik NU, sementara ini berhalangan dan tidak bisa melaksanakan kegiatan
Sementara pada hari ke tiga satu dokter spesialis yang di kirim dari YKI Denpasar bali, saat ini sudah pulang dan meninggalkan klinik NU
“Dengan adanya halangan tersebut, di hari ketiga tidak bisa mencapai target yang di rencanakan. Di sebabkan dokter lokal juga yang di rencana akan membantu saat ini masih berhalangan dan di tambah lagi dokter yang dari YKI satu orang saat ini kembali ke Denpasar bali.” pungkasnya(sukri)














