![]() ![]() |
| Foto : Sukri, |
BONDOWOSO – Pelaksanaan Sosialisasi FKUB dan Wasbang Kegiatan Non Fisik TMMD Ke 97 tahun 2016, Wilayah Kodim 0822 Bondowoso. Kegiatan berlansung di Balai Desa Solor Kecamatan Cerme, kabupaten Bondowoso, yang diselenggarakan oleh Bakesbangpol Kabupaten Bondowoso. Selasa (27/09/2016) Pukul 19.30 s/d 20.48 Wib.
Sosialisasi tersebut di hadiri oleh, Danramil 0822/16 Cerme, Kapten Inf Sutaji, Pawas TMMD, Kapten Inf Saiful, Danki Satgas TMMD, Lettu Inf. Sri Harianto, Kabid Intregrasi Kebangsaan Bakesbangpol Bondowoso Bpk Chusnudin, Bpk Subagiyo, Kasubag Bakesbangpol Bondowoso, Kades Solor, Kecamatan Cerme, Bpk Supandi, Serta diikuti Masyarakat Desa Solor Kecamatan Cerme kurang lebih sebanya 75 orang.
Kades Solor, Bpk Supandi, dalam pembukaan sambuatnya memberikan ucapan selamat datang kepada rombongan dari Bondowoso yang bisa hadir di Desa Solor ini untuk memberikan Sosialisasi.
Pada kesempatan ini, Materi Sosialisasi oleh Kabid Intregrasi Kebangsaan oleh Bpk Chusnudin, dari Bakesbangpol Bondowoso, dalam paparannya menyampaikan, “Bahwa aliran Ahmadyiah itu sudah dilarang hidup di negara Indonesia, untuk itu kalau ada aliran Ahmadyiah wajib dilaporkan dan dilarang untuk mengajarkan aturan tersebut,” paparnya.
“Sedangkan pendirian rumah ibadah harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis bangunan gedung, serta adanya rekomendasi tertulis FKUB kabupaten atau kota dan dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 orang yang disahkan oleh kepala desa,” jelasnya
Kerukunan umat beragama adalah keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling menghormati dalam pengamalan ajaran agamanya.
Pada kesempatan yang sama, Materi Wasbang disampaikan oleh Bpk Subagio, beliau menyatakan, Negara kita ini adalah negara yang majemuk dan banyak beragam suku daerah, untuk itu banyak potensi timbulnya perpecahaan apabila kita tidak mengamalkan dan paham akan wawasan kebangsaan.
“Bahwa wawasan kebangsaan itu adalah sudut pandang kita dalam hidup berkebangsaan, dan apabila kita tidak mengamalkan wawasan kebangsaan maka akan timbul perpecahan,” paparnya
NKRI ini adalah harga mati, “untuk itu bagi warga indonesia berkewajiban untuk menjaga keutuhan NKRI,” tandasnya
Sebagai akhir dari kegiatan sosialisasi, di akhiri dengan pembacaan Doa yang dibacakan oleh Ustad Imam,
Kegiatan selesai, selama kegiatan berjalan tertib, aman dan kondusif.(sukri)
















