![]() |
| Foto Ilustrasi (MK) |
INDRAGIRI HULU – Minggu (07/01/17) sekira pukul 02.00 WIB, telah terjadi perampokan denggan menggunakan senjata api di Kediaman wahyudi, Dusun I RT 07, RW 01, Desa Tanjung beludu Kec. Kelayang Kab. Inhu.
Menurut infirmasi yang di himpun RADAR-X, dari Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo, SIK.MM., dan sesuai Lp/02/I/2017/Riau/Resinhu/Sek Kelayang, tgl 08 Januari 2017 Sumarni(40), perempuan warga Desa Tanjung beludu Kec. Kelayang Kab. Inhu telah melapor dan menjelaskan kejadian perampokan yang menimpanya.
“3 orang saksi yang melihat kejadian perampokan tersebut, Wahyudi(45), Supriyanto(22), Sumarni(35), semuanya adalah warga desa Tanjung beludu Kec. Kelayang Kab. Inhu,” ungkap Guntur.
Dijelaskannya, bahwa pada tanggal 08 Januari 2017, sekira pukul 02.00 WIB sewaktu korban(Sumarni) sedang tidur di rumahnya, tiba-tiba dia mendengar suara jendelaa terbuka, ia pun terbangun dan melihat ada 5 (lima) orang pelaku memasuki rumahnya.
Melihat para pelaku sudah masuk rumah, Wahyudi(saksi) langsung lari ke dapur namun dikejar 5 pelaku dan Wahyudi mencoba menahan pintu, tapi para pelaku menjebol pintu dengan Martil sehingga Wahyudi lari sembunyi diloteng kamar mandi.
Tapi sayang, upaya Wahyudi sia-sia, karena kaki Wahyudi nampak sehingga para pelaku menyuruh nya turun sambil melepaskan tembakan yang mengenai Jempol kaki Kanannya.
Wahyudi pun turun dan menunjukan uang dan barang barang berharga lain nya karena di ancam dan di paksa para pelaku.
“KENAPA KAKI MU Berdarah?,” kata salah satu pelaku perampkokan ke pada Wahyudi. “kena TEMBAK” kata wahyudi.
Disaat si pelaku mencoba mengikat kaki yang berdarah karena tembakan tadi agar jangan darahnya banyak keluar, lalu para pelaku mengacak-acak isi rumah nya,” terang Kabid Humas Polda Riau.
Ditambahkannya, selain Wahyudi, istri nya Sumarni, juga diancam dengan Senpi oleh pelaku .
“DI MANA UANGNYA” sambil menodongkan senjata api kepada nya” kata pelaku.
Sumarni sempat MENJAWAB, “CARILAH SENDIRI,” katanya, kemudian pelaku memasuki semua kamar dan menemukan di salah satu kamar tepatnya di kamar ada uang sebanyak Rp. 120.000.000,- (seratus dua puluh juta rupiah) dan emas sebanyak 2 mayam berbentuk cincin, dan pelaku membawa uang dan cincin tersebut. Tak sampai di situ saja, selanjutnya pelaku merusak Hp yang ada di dalam rumah serta mengambil Reciver CCTV yang terpasang di dalam rumah, lalu para pelaku pergi melalui pintu depan yang sudah terbuka sambil melepaskan tembakan sebanyak 5 kali,” tambah Guntur.
Atas kejadian tersebut Sumarni diperkirakan mengalami kerugian sebanyak 130.000.000,-(seratus tiga puluh juta rupiah).
“Kejadian ini masih di selediki Satreskrim Mapolsek Kelayang dan mencari ke 5 orang pelaku,” tutup Guntur sambil menjelaskan ciri-ciri si pelaku. (MK)












