INDRAMAYU, radar-x.net – Kegiatan rutin Kirab Pusaka Dermayu yang merupakan agenda setiap menyambut hari jadi Kabupaten Indramayu setiap tanggal 7 Oktober, tepatnya 3 Oktober 2019 di hari Ulang Tahun Kabupaten Indramayu yang Ke 492, di halaman Kantor Kecamatan Patrol.
Dalam acara tersebut, disambut oleh sejumlah kalangan yang berada di Kecamatan Patrol, seperti, Pemerintah Kecamatan Patrol, Kepolisian Sektor Patrol, Danramil Anjatan, Pemerintahan Desa Se-Kecamatan Patrol, serta Dinas yang ada di wilayah Kecamatan Patrol serta masyarakat Kecamatan Patrol, Menyambut Kedatangan Tim Kirab Pusaka yang di antar oleh Pemerintah Kecamatan Sukra.
Usai menyambut Kedatangan tim Kirab Pusaka dari Camat Sukra Drs.H. Achmad Mansur, M.Si, dalam pelepasan tim kirab pusaka menuju Kecamatan Kandanghaur, Camat Patrol, Teguh Budiarso, S.Sos. M.Si memaparkan, bahwa kegiatan Kirab Pusaka Dermayu menjadi hari sakral khususnya bagi masyarakat Bumi Wiralodra, dimana benda pusaka milik Raden Bagus Aria Wiralodra beserta keturunannya diarak mengelilingi seluruh wilayah Kabupaten Indramayu.
Selain itu, Lanjut Teguh Budiarso, Benda-benda yang diarak, merupakan pusaka yang dimiliki pendiri sekaligus pemimpin pertama kabupaten Indramayu (Cakra Udaksana,-red).
“Kirab Pusaka Dermayu selain menjadi adat juga sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah mendirikan kabupaten Indramayu yang kita cintai, kegiatan kirab Pusaka Dermayu merupakan sarana untuk menguatkan kembali kecintaan kita terhadap budaya dan edukasi bagi generasi penerus.” Paparnya.
Di tempat yang sama, Cato, Kuwu Desa Mekarsari Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu, Kepada radar-x.net mengatakan, Kirab Pusaka yang di bawa keliling oleh tim Kirab Pusaka setiap menyambut Hari Ulang Tahun Kabupaten Indramayu, merupakan moment yang di nanti-nanti oleh seluruh Masyarakat Kabupaten Indramayu, karena, menurut Kuwu Cato, moment kirab pusaka peninggalan Pemimpin/Pendiri Dermayu Raden Bagus Arya Wiralodra, Masyarakat bisa melihat atau memegang langsung Pusaka yang asli tersebut.
“Pada hari-hari biasa tidak sembarang orang bisa menyaksikan senjata peninggalan Raden Aria Wiralodra yang berupa Cakra, karena pusaka tetsebut disimpan rapi dan terjaga di sebuah kamar/Musium di pendopo,” paparnya. (Nas)














