BeritaKriminal

Pungli Dijalan Kepenuhan-Bonai Menjamur, Diharap Saber Pungli Bertindak

×

Pungli Dijalan Kepenuhan-Bonai Menjamur, Diharap Saber Pungli Bertindak

Sebarkan artikel ini
Pungli Dijalan Kepenuhan-Bonai Menjamur, Diharap Saber Pungli Bertindak
Foto: Lis

ROKAN HULU, radar-x.net – Sejumlah Supir Mobil Tangki CPO yang melintas dari Jalan Lintas Provinsi wilayah Kecamatan Kepenuhan dan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengeluh, akibat adanya beberapa tempat Pungutan Liar (Pungli) dengan meminta paksa para supir untuk membayar uang berfariasi ada Rp 50.000 – 100.000 hingga 150. 000.

Salah Seorang supir Mobil Tangki tersebut yang enggan disebut namanya di media ini, mengaku mereka membawa minyak CPO dari salah satu PKS dari Kecamatan Kepenuhan menuju Dumai untuk dibongkar.

“Sesampainya kami di SPBU Desa Kepenuhan Barat untuk mengisi BBM.
Ada pemuda disitu dengan mendatangi kami dan meminta uang Rp 50.000-150.000/ Satu Unit Mobil katanya setoran karena lewat wilayah mereka”ungkap supir mobil CPO tersebut kepada awak media melalui selulernya Sabtu, (4/2/2017) sore sembari meniru apa yang disampaikan oleh Terduga pungli.

Lanjutnya mengeluh, masih ada Pos di Desa Sontang Kecamatan Bonai Darussalam yang juga dilewati dan kami di wajibkan membayar Rp 100.000 bila tak bermuatan dan kalau bermuatan Rp 150.000.

“Kami para supir ini kan bang, pekerja atau suruhan perusahaan untuk cari makan anak dan Keluarga kami, kalau terus-terus diwajibkan membayar bila melewati jalan itu, kapan lagi kami bisa makan, tentu kami berharap adalah yang membantu kami tentang apa yang kami alami ini,”keluh para supir itu.

Kan ada Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) yang di bentuk Pemerintah sesuai perintah Bapak Presiden RI Joko Widodo, mengapa tidak ada pergerakan di Rokan Hulu ini.

“Kami resah bang, kasihanilah supir yang menjadi pesuruh perusahaan ini, keluh mereka. Dan mengaku takut mereka melapor, ntar mereka bisa-bisa di berhentikan oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

“Kami tidak berani melapor, ntar identitas kami tau sama perusahaan, yang akhirnya kami juga jadi korban diberhentikan bekerja, kan lebih parah, untuk itu kami belum lapor resmi, ungkap mereka. (Lis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page