![]() ![]() |
| Bupati Jember saat dikonfirmasi oleh beberapa awak media, usai musrembang Kab. (Foto:Rullah) |
JEMBER, Radar-X.Net – Dalam rangka peningkatan pelayanan pada masyarakat khususnya warga miskin, Bupati Jember, dr. Faida MMR mengatakan jangan sampai ada lagi jaminan sertifikat tanah atau BPKB dirumah sakit daerah dr. Soebandi Patrang Jember.
Hal tersebut disampaikan oleh bupati seusai membuka Musrenbang tingkat Kabupaten di aula PB. Sudirman atas kantor Pemkab Jember, Kamis (23/3/17).
Salah satu pasien dari Sukorambi yang pernah dirawat di rumah sakit milik daerah ini, sampai saat ini masih jadi jaminan, padahal pasien tersebut sudah mendapat rekom dari Dewan, bahkan keluarga pasien tersebut saat ini masih bingung mau bagaimana cara untuk penyelesaian kasus tersebut.
“Jangan sampai ada pasien yang tak bisa ditangani rumah sakit, meskipun itu kategori warga miskin, karena sudah ada aturan yang mengharuskan ditangani terlebih dulu, apalagi yang menyangkut dengan keselamatan pasien tersebut.” Jelas Bupati.
Selain itu, penanganan pasien kebih utama dibanding yang lain, keselamatan dan kesembuhan pasien itu mahal harganya dibanding yang lainnya, bahkan kami mengharap kedepan kita kaji lagi dan tak menyalahi aturan yang berlaku.
“Yang terpenting keselamatan pasien dulu yang di utamakan dibanding yang lain, kami kira yang lain bisa dikordinasikan sambil berjalan dan padien tetap dalam penanganan sesuai prosedur yang berlaku.” Pungkasnya.
![]() ![]() |
| Situasi Saat musrenbang Kabupaten |
Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa ada pasien tidak mampu yang dirawat dirumah sakit Patrang Jember, sudah pulang dan direkom Dewan, namun sayang sampai saat ini BPKB motor miliknya masih jadi jaminan dirumah sakit tersebut.(Rullah)















