BeritaHukum

Gaji Dipotong, Guru Wilayah Cluring Menjerit

×

Gaji Dipotong, Guru Wilayah Cluring Menjerit

Sebarkan artikel ini
Gaji Dipotong, Guru Wilayah Cluring Menjerit

BANYUWANGI, Radar-X.Net – Pungutan Liar(Pungli) masih saja marak terjadi di Kabupaten Banyuwangi. Hal ini diduga dilakukan di Unit Pelayanan Teknis Dinas(UPTD) Pendidikan Kecamatan Cluring, dan kegiatan di lakukan hari Sabtu (18/03/2017) lalu.
Informasi yang didapat, Pungli tersebut diduga melibatkan Kepala UPTD Cluring, sebut saja Kunthi (45). Hal ini dihembuskan salah seorang anggota dewan guru yang ikut acara pelatihan yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, “bahwa kepala UPTD cluring mengadakan kegiatan pelatihan IT Dewan guru-guru, dan pembiayaan acara tersebut memotong gaji para guru PNS sebesar 150 ribu per guru,” ungkapnya kepada RADAR-X, Kamis (23/03/2017)
Ia menjelaskan, “bagi yang tidak ikut kegiatan pelatihan pun juga kenak potong, dan tidak ada pemberitahuan dahulu, terkait pemotongan gaji, dan saya mendengar katanya kegiatan ini di biayai Dinas Pendidikan Kabupaten.” Jelasnya. 
Saat di konfirmasi melalui Pesan Singkat(SMS) kepala UPTD pendidikan Cluring mengatakan, “maaf, waktu memang sangat sibuk banget mas, untuk yang tidak ikut ya tidak bayar, ini sama pemateri masih direkap yang tidak absen/tidak ikut biaya akan dikembalikan oleh pemateri,” tanggapnya. 
Kunthi menjelaskan, dalam UU Guru, 20 prosen dari TPP digunakan untuk pengembangan profesi. Jadi anggaran Work Shop sudah melekat dalam TPP/sertifikasi yang diterima guru. Dalam SKP/Sasaran Kerja Pegawai, Guru juga sudah tercantum mengikuti Work Shop/Pelatihan untuk pengembangan diri, itu harus ada bukti fisik sertifikat dan benar-benar diikuti PNS dalam tiap tahun.
“Work Shop Smart School kemarin itu, Guru dilatih IT agar dia mampu melaksanakan Tupoksi dan mengaploud data-data Kepegawaian yang sekarang harus dipenuhi guru secara On Line mulai E PUPNS, E Redoks, sebentar lagi E SKP, dan E Personal PNS”. Jelasnya. 
Ditambahkannya, guru profesional juga harus mampu menjabarkan murid mampu menjawab/mengikuti pembelajaran menggunakan IT. Maka tepat bila guru mengikuti Work Shop atau pelatihan yang dilaksanakan ahlinya agar dia berkembang lebih profesional sesuai tuntutan dan perkembangan, kebutuhan profesi masih banyak dasar-dasar pelaksanaan Work Shop. 
“Oh ya..! perlu njenengan ketahui Guru/pendidik juga harus membelanjakan 20 prosen itu untuk pengadaan labtop/HP Android (tersedia fasilitas internet ) untuk peningkatan kinerja mereka. Itu tuntutan profesi guru yang nantinya mencetak generasi emas di masa mendatang dan masih banyak landasan dan dasar kami.” Tegas Kunthi. 
Lebih lanjut kunti mengatakan, bahwa pihaknya harus menyukseskan anggaran pembangunan baik akses maupun peningkatan mutu sehingga bisa sukses/dapat dilaksanakan di tahun 2018. 
“Terima kasih ya mas…! sudah konfirmasi ke kami, tolong bantu kami agar bangsa kita benar-benar bisa mewujudkan Indonesia Emas Satu-satunya, harapan kita memang hanya melalui jalur pendidikan.” Tutupnya. (Dafid/team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page