BeritaOrganisasi

Gentara Siap Ambil Peran “Alternative Development” Masyarakat Petani Aceh

×

Gentara Siap Ambil Peran “Alternative Development” Masyarakat Petani Aceh

Sebarkan artikel ini
Gentara Siap Ambil Peran "Alternative Development" Masyarakat Petani Aceh
Gentara saat audiensi dengan BNN RI (Foto:Mulya) 


JAKARTA, Radar-X.Net – Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) diundang audiensi ke BNN RI. Undangan tersebut langsung dikomandoi oleh Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba Hendryanto Andrie DH., juga didampingi Le Putra (Waketum), Ir. Rizki Muis (Pembina Gentara) yang juga mantan Direkrur Budidaya Tanaman Rempah dan Penyegaran Ditjen Perkebunan Kementan RI, Ketua DPW Gentara Aceh Suparno. 
Audiensi tersebut langsung diterima Direktur Desiminasi Informasi Brigjen Pol. Drs. Suprayitno, dan Deputi Pencegahan BNN RI Irjen Pol. Drs. Ali Johardi SH. Kamis (23/3/2017) di BNN.RI

Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba (Hendryanto Andrie.DH) pakai jaket Coklat.

Deputi Pencegahan menyambut baik kedatangan Gentara. Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPW Gentara Aceh Suparno memaparkan Program Alternative Development dalam pilot project yang sudah dilaksanakan di kawasan Lamteuba, Aceh Besar, yaitu tanaman jagung yang dulunya petaninya adalah masyarakat petani Ganja seluas 30 Ha di kecamatan Lamteuba, Aceh Besar.

Menurut keterangan Hendryanto Andrie kepada RADAR-X sore tadi mengatakan, Bagi petani, yang penting harga jual jagung mampu menutupi kebutuhan harga produksi mereka, termasuk pemasaran yang jelas dengan harga jual dari Rp. 3.000/Kg. Konversi masyarakat yang biasanya tanam ganja menjadi petani jagung ini membutuhkan kerja serius dan peran pemerintah agar tanaman ganja tidak ada lagi di Aceh.
“Gentara siap mengambil peran alternative development dan penjangkauan kepada masyarakat petani di Aceh, kami juga siap memberi pelatihan mulai dari tehnik penanaman hingga panen dalam kadar air yang dibutuhkan pabrik dan tidak berjamur,” kata Andrie.
Ia menjelaskan, bahwa program Pemberdayaan Alternatif ini lagi dipersiapkan pelaksanaanya, diharapkan kementerian dan lembaga terkait dapat bersinergi, yang dapat dikoordinir oleh Kemenkopolhukkam dan BNN sebagai leading sector untuk pelaksanaan di lapangan.
“BNN mengusulkan kepada pemerintah nantinya petani akan diberi bibit, kebutuhan pemeliharaan dan pemasaran, juga mencakup aspek  gratis, pendidikan gratis juga bea siswa. Program Alternative Development ini akan dilaksanakan dalam tahun 2017 in dan BNN sebagai pelaksanya.” Tutup Ketua Umum Gentara Hendryanto Andrie DH. (Mulya Koto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page