![]() |
| Muhaimin Iskandar, Ketua Umum DPP PKB. (Foto:Abas). |
BONDOWOSO, Radar-X.Net – Halal bihalal dan Silaturrahmi Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama’ “JAS HIJAU“ di Gedung Education Development Center (EDC) Bondowoso Jawa Timur, tiada lain acara tersebut diadakan demi menjaga keutuhan NKRI yang mana saat ini NKRI mulai terancam keutuhannya.
Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, Ketua DPW PKB, Halim Iskandar, Sekjen PBNU, Hilmi Faisal Zaini, DPR-RI Komisi IX, Nihayatul Wafiroh dan Nasyim Khan, Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, Bupati Bondowoso, Amin Said Husni, Ketua DPRD sekaligus Ketua DPC PKB Kabupaten Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, Ketua Fraksi PKB sekaligus Sekjen DPC PKB Bondowoso, H. Tohari dan seluruh jajaran Forpimda Bondowoso dan ribuan kader NU di Bondowoso, Minggu (16/07/2017).
Dalam Kesempatan ini, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, menyampaikan, kepada ribuan warga NU, bahwa untuk calon Gubernur Provinsi Jawa Timur 2018 mendatang, yaitu Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gebernur Jawa Timur, itu merupakan calon satu-satunya dari kader NU.
Hal tersebut merupakan kesepakatan para Ulama’-ulama’ NU untuk mengusung “Gus Ipul“, jika NU mengusung satu kader yang akan maju pada Pilgub Jatim 2018, akan mampu mengefisiensi pekerjaan NU di Jawa Timur dalam Pilgub. Selain itu, juga akan memperkokoh kekuatan NU di Jawa Timur untuk memenangkan Pilgub.
“Kalau satu-satunya calon tunggal dari NU, kami berharap pada warga NU untuk menyatukan suara dalam memenangkan “Gus Ipul”. Ia juga mengapresiasi gaung “JAS HIJAU“ yang merupakan kependekan dari Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama’ yang dicetuskan oleh Bung Dhafir, beliau berjanji akan membumikan “JAS HIJAU“ di seluruh Bumi Nusantara.” Tuturnya disambut sorak meriah oleh ribuan kader NU.
“Gaung ini perlu, karena ini merupakan jiwa semangat yang melekat pada jiwa dan raga kita sebagai warga NU, yang mana para Ulama’ kita penuh keikhlasan dan kesabaran dalam memperjuangkan ummatnya, serta mendidik umatnya untuk cinta tanah air tanpah pamri, tanpa mengharapkan jasa apapun,” ujarnya.
Di ujung sambutannya, beliau mengajak kepada seluruh kader NU untuk menjaga dan melestarikan perjuangan serta bertanggung jawab atas apa yang telah diwariskan oleh para Ulama’ Shalafus Sholeh yang telah mendahului kita.
“Wajib hukumnya tiap masing-masing kader baik yang ada di level Birokrasi, Eksekutif, Legislatif, dan lainnya untuk terus bergerak memajukan dan menjaga keutuhan NKRI, serta Ahlusunnah Waljamaah.” Pungkas Muhaimin.(Abas)













