![]() ![]() |
| Situasi saat wartawan MAHKOTA penyerahan kepengurusan yang baru. (Foto:Dafid). |
BANYUWANGI, Radar-X.Net – Forum wartawan Majalah Koran dan Tabloid (MAHKOTA) Banyuwangi, meskipun sedikit terlambat mengagendakan Halal Bihalal di internalnya, Forum tersebut sekaligus menggelar bedah AD/ART serta pembentukan kepengurusan harian baru periode 2017-2021 bertempat di cafe Sembilan Bintang, tepatnya di belakang kampus UNTAG Banyuwangi.
Salah satu pendiri Forum Wartawan Mahkota menjelaskan tiap pasal dan BAB yang terkandung dalam AD/ART serta menjawab pertanyaan berdirinya wadah wartawan ini.
“Dulu Mahkota didirikan oleh senior-senior wartawan Banyuwangi, H. Karim Dimyati, mantan koordinator PWI Banyuwangi juga mantan Anggota DPRD Banyuwangi, pendirinya juga ada Pak Syamsul Hadi yang wartawan bukan Pak Syamsul Hadi mantan Bupati lo. Pak Gatot, Ketiganya sudah Almarhum. Pendirinya ada mas Erwin Memo juga termasuk saya semua tercatat dalam akte notaris,” kata Hayatul Makin, Sabtu (21/707/2017).
Dalam kesempatan ini, Makin menjawab pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan anggota yang hadir, apakah di wadah Wartawan Mahkota hanya terdiri dari wartawan Majalah, Koran, Tabloid ataupun hanya wartawan mingguan dan seterusnya.
“Di dalam AD/ART secara eksplisit dan implisit tidak ada pembatasan keanggotaan wartawan apapun dari media cetak, elektro, bahkan online sekalipun sudah ada dalam AD/ART, intinya ini wadah untuk wartawan baik yang menitan (online), harian, mingguan, semua punya kelebihan masing-masing, yang penting wartawan itu kawan kita,” jelas Makin.
Makin berharap, wadah wartawan Mahkota jadi tempat saling mengisi, apalagi wartawan acapkali harus ikut menyesuaikan kemampuannya ketika harus berhadapan dengan kebijakan perusahaan pers tempat bekerja.
“Disini kita bisa saling belajar dalam tugas kewartawanan baik dalam menyampaikan informasi maupun kritik sosial dengan tetap sesuai kaidah jurnalistik dan UU Pers No 40 tahun 1999 serta menyuguhkan berita-berita yang berimbang agar para pembacanya tidak di bingung kan dengan maraknya berita hoak,” paparnya
Makin tak menampik, dalam dinamika kebebasan pers ada pihak yang memanfaatkan di luar kaidah tugas jurnalistik.
“itu kan oknum jangan di generalisir.” Tegasnya.
Sementara itu, ketua terpilih masa Bhakti 2017-2021, Dudy Sucahyo SH., mengatakan, di era kepengurusannya, wadah wartawan ini harus tetap eksis dengan berbagai kegiatan baik untuk pemantapan internal maupun kegiatan-kegiatan bersifat publik.
“Diusianya yang ke 12 tahun pengalaman pengurus sebelumnya bisa untuk motivasi kedepan,” katanya di dampingi Abi (sekretaris) dan Rudi Hartono (Bendahara).(dafid Firmansyah)















