BeritaPeristiwa

Akibat Fitnah Nasib IUPHKm Kofithar Tersingkirkan, Ini Tanggapan Pangdiv PETA

230
×

Akibat Fitnah Nasib IUPHKm Kofithar Tersingkirkan, Ini Tanggapan Pangdiv PETA

Sebarkan artikel ini
Akibat Fitnah Nasib IUPHKm Kofithar Tersingkirkan, Ini Tanggapan Pangdiv PETA
Bambang Soesatyo S.W, Pangdiv PETA. (Foto:Mulya) 

RIAU, radar-x.net – Akibat Fitnahan Permohonan IUPHKm Koperasi Fitrah Harapan (KOFITHAR) sampai saat ini tidak ada kejelasan padahal sudah lebih 4 bulan permohonan tersebut di terima Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan.
Akhirnya Pengurus Koperasi menyambangi Kementrian LHK di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta walau dengan dana pas-pasan hasil patungan Masyarakat.
“Sunguh terkejut setelah sampai di Jakarta tepatnya di Gedung Manggala Wanabakti ternyata ada berita hangat tentang Koperasi Kami,” ujar Muharis Ketua Kofithar.
Pengurus PETA saat meninjau lokasi.
Dari sumber di Manggala Wanabakti disebutkan bahwa penolakan usulan Hkm an, Kofithar dikarenakan adanya cukong Aseng di balik koperasi tersebut. Apa lagi ada Pembela Tanah Air (PETA) yang mendampingi Kofithar semuanya sama ada Cukong Aseng di belakangnya.
Hal tersebut secara tegas dibantah oleh Ketua Kofithar saudara Muharis, hingga saat ini Kofithar masih fokus pada upaya pengurusan ijin Hkm. “Nantinya secara komunal areal ijin akan dikelola oleh seluruh anggota Kofithar. Ini sesuai arahan presiden bahwa izin atas nama koperasi dikelola secara korporasi.” Jelasnya
Ketika dikonfirmasi radar-x, Pangdiv PETA Riau Bambang S.W menyatakan, “ini adalah Fitnah yang sangat kejam yang pernah ada, mereka salah besar kalau menuduh adanya Cukong Aseng di balik PETA, PETA berjuang demi Si Gundul2 Rakyat Jelata,” tegasnya, Rabu (6/9/2017) sore.
Dijelaskannya, bahwa PETA Anti Kapitalisme, “kami berjuang sesuai Pasal 33 ayat 1,2 dan 3 UUD45 Sesuai Naskah Asli dan sila Ke Lima Butir-butir Pancasila, kok malah di fitnah dengan keji. Sementara itu, banyak LSM bidang LHK yang jelas-jelas mendapatkan aliran dana dari Aseng tidak pernah dipersoalkan,” jelas Bambang.
Ia menambahkan, “Ini merupakan salah satu bentuk pelecehan terhadap LSM/Komunitas lokal. PETA yang murni tumbuh dari pribumi, berjuang tanpa dana dari Aseng-Aseng dan Kapitalis serta Antek-anteknya malah difitnah.” Tandas Bambang.
Sampai berita ini di turunkan, belum ada Konfirmasi dari Panglima Besar PETA Bapak M. Saleh karena beliau Masih ada acara.(Mulya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page