![]() |
| Karya Inovasi pembelajaran yang dibuat Hairul, di Bali. (Foto:Arik) |
BALI, radar-x.net – Karya inovasi pembelajaran yang dibuat Mohammad Hairul, dipamerkan di Hotel Mercure Harvestland, Kuta, Bali. Guru SMP Negeri 1 Klabang Bondowoso ini pamerkan karya berjudul “Pembelajaran Menulis Cerpen dengan Strategi Bantuan Setan Jenius”, yang digelar oleh Kemdikbud pada Senin – Jum’at (4 – 8/09/2017).
Menurut Hairul, Setan Jenius merupakan nama strategi pembelajaran yang dikembangkan untuk membantu siswa dalam menghadirkan tokoh antagonis dalam pembelajaran menulis cerpen. Tanpa bantuan strategi Setan Jenius, cerpen karya siswa hanya menyuguhkan karakter tokoh-tokoh baik. Akibatnya cerpen siswa menjadi kurang seru, kurang menegangkan karena tanpa konflik, apalagi klimaks.
Inovasi yang dikembangkan Hairul merupakan karya yang sudah melalui banyak tahap seleksi sebelum dipamerkan secara Nasional. Salah satu keunggulan karya ini adalah hasil cek similarity (kemiripan naskah) terdeteksi hanya 1 %.
Hal itu menunjukkan bahwa karya ini original dan jauh dari plagiarisme. Sebelumnya naskah inovasi karya Ketua IGI (Ikatan Guru Indonesia) Kabupaten Bondowoso ini diseminarkan pada Seminar Nasional Nitisastra II di Pascasarjana Universitas Negeri Malang.
Nama strategi Setan Jenius lumayan menjadi perdebatan di banyak forum karena dianggap berkonotasi negatif.
Kata jenius dianggap tidak tepat dilabelkan pada “setan”. Menanggapi hal itu, Hairul menyatakan, “Padahal setan benar-benar jenius. Kalau saja suatu saat Setan menulis buku, saya rasa kita pun sangat perlu membacanya”. Ujarnya.
Pameran inovasi pembelajaran tahun 2017, termasuk ‘Setan Jenius’ karya Hairul dikunjungi oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan beserta jajarannya di Kemdikbud, juga hadir para guru besar dan dosen berbagai perguruan tinggi, serta ratusan guru dari seluruh Indonesia, finalis lomba Inobel 2017. (Arik)












