Peristiwa

15 Tahun Hilang di Malaysia, Taniah TKI Asal Indramayu Tak Kunjung Pulang

193
×

15 Tahun Hilang di Malaysia, Taniah TKI Asal Indramayu Tak Kunjung Pulang

Sebarkan artikel ini

INDRAMAYU, RADAR-X.net – Lima Belas tahun berlalu hingga sekarang tahun 2021, Tawin (75) dan Sani (70) merindukan anak ketiga dari empat bersaudara, Taniah.

Pria tua renta itu menanti kedatangan sang buah hati selama belasan tahun, dengan harapan bisa merubah kehidupannya.

Tawin yang berprofesi sebagai buruh tani yang tidak menentu penghasilannya itu, berharap anaknya segera pulang. Ia berharap pihak pemerintah atau pemangku jabatan di negeri ini bisa mencarikan solusi tentang keberadaan anaknya.

“Mohon kepada bapak-bapak bisa membantu kepulangan anak saya.” Pinta Tawin.

“Saya sudah mencoba mencari lewat Sponsor maupun Agency tapi tidak membuahkan hasil,” sambungnya sambil mengusap air mata.

Lima belas tahun dalam penantian, sang anak tercinta tak kunjung pulang ke kampung halamannya di Blok Gupit RT. 007 RW. 002 Desa Plawangan, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Usia Taniah 17 tahun, ketika berangkat ke Malaysia untuk mengadu nasib, dengan harapan bisa memberikan kesejahteraan bagi keluarga. Taniah berangkat ke Malaysia tahun 2005, melalui perusahaan penyedia tenaga kerja asal Indonesia PT BINA MANUNGGAL yang berkantor di Kawasan Cakung Jakarta. Saat berangkat ke Malaysia, ikut bersama Taniah, rekan satu desanya, Warsinem (31). Sabtu,(8/5/21)

Ketika awak media radar-x.net menggali informasi dari Warsinem, ia membeberkan kisahnya. Di tahun 2005 dengan berbekal dokumen keimigrasian Republik Indonesia melalui perjalanan darat ia dan Taniah berangkat dari Pontianak menuju Malaysia, setelah menempuh beberapa hari perjalanan, dirinya sampai di terminal bus, Kota Kuching (Serawak, Malaysia, red) berpisah dengan Taniah, sejak itu hingga sekarang tak pernah ada kabar beritanya.

Keluarga Taniah yang hingga saat ini menunggu kabar keberadaannya. (Foto:Her)

“Sampai di Kuching saya dijemput majikan, sedangkan Taniah bersama TKI dari NTT (Nusa Tenggara Timur) dijemput seseorang dan kemudian naik bus menuju Kota Sibu, sementara saya dijemput majikan menuju Kota Miri,” ungkap Warsinem.

“Itulah pertemuan terakhir saya dengan Taniah,” sambungnya dengan nada haru.

Sementara itu saat dikonfirmasi masalah keluarga Tawin, Safrudin Kuwu (Kades) Desa Plawangan, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, melalui M. Eka Aliyanto selaku Sekdes, membenarkan bahwa warganya bernama Taniah selama 15 tahun hilang di Malaysia. Menurutnya, dari pihak desa siap membantu.

“Selama kami menjabat di Balai Desa, pihak keluarga tidak pernah melapor atau membawa data sehingga kami mengira sudah ada titik terang,” kata Safrudin.
(Her/Yul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page