SAMPANG, RADAR-X.Net – Pertengahan tahun 2025 di tengah-tengah keterbatasan dan tanpa sokongan dana dari pemerintah, semangat gotong royong warga Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, justru bersinar terang bak pelita di tengah malam, Minggu (18/5/2025),
Jalan poros Kabupaten Sampang yang sepanjang 800 meter mulai diperbaiki secara swadaya oleh warga, sebagai wujud cinta dan tanggung jawab terhadap kampung halaman.
Warga Desa Tlagah bergandengan tangan, bahu membahu, mengerjakan perbaikan jalan yang selama ini menjadi nadi penghubung aktivitas warga. Di balik kerja keras ini, berdirilah sosok Imam Syafii—tokoh masyarakat yang menjadi inisiator gerakan mulia ini.
“Kami bekerja dengan hati yang sangat ikhlas. Tidak ada kepentingan politik, apalagi niat untuk menyudutkan Pemkab Sampang. Ini semata-mata untuk kebaikan bersama,” ujar Imam, penuh keteguhan.
Menariknya, proyek swadaya ini benar-benar digerakkan oleh warga. Tanpa keterlibatan perangkat desa, tanpa instruksi dari pihak manapun, murni lahir dari kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya infrastruktur yang layak.
“Kami tidak melibatkan perangkat desa karena ini murni inisiatif warga. Tidak ada paksaan. Tidak ada tekanan. Yang ada hanyalah keikhlasan, karena jika ikhlas insyaallah Tuhan yang akan membalas semuanya,” tegas Imam sembari mengumbarkan sebuah hadis.
Perbaikan jalan tersebut warga membuka posko di pinggir jalan dan dengan penuh harap meminta sumbangan dari para pengendara yang melintas. Bagi mereka, setiap rupiah yang jatuh ke dalam kotak sumbangan adalah bukti bahwa harapan tak pernah benar-benar hilang.
“Ini bentuk nyata bantuan kami kepada Sampang. Kami ingin Sampang terlihat indah. Kami rela lelah, demi jalan yang lebih baik untuk anak cucu nanti,” ujar Imam dengan suara lantang yang sarat tekad.
Salah seorang warga, Arif, yang turut ambil bagian dalam kerja bakti tersebut, mengaku terharu melihat kekompakan yang terjalin di antara sesama warga.
“Rasanya bangga sekali. Semua orang saling bantu. Semoga Desa Tlagah makin indah, walaupun tanpa bantuan dari Pemkab. Kami, rakyat kecil ini, akan terus bergerak dengan hati yang tulus. Intinya demi Sampang agar lebih indah dipandang,” ucap Arif, tersenyum penuh harap.
Perlu diketahui yang dilakukan oleh warga Tlagah menjadi contoh nyata bahwa perubahan tak selalu harus menunggu instruksi dari atas. Terkadang, cukup dengan niat baik, ketulusan, dan semangat gotong royong, hal besar bisa diwujudkan dari akar rumput. (Faris)














