BeritaPolri

Wakapolres Rohil, Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-109

×

Wakapolres Rohil, Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-109

Sebarkan artikel ini
Wakapolres Rohil, Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-109
Wakapolres Rohil saat pimpin upacara HKN (Foto:Mulya) 

ROKAN HILIR, Radar-X.Net – Wakapolres Rohil Kompol Kurnia SIK., jadi inspektur Upacara pada Hari Kebangkitan Nasional ke-109, Sabtu (20/5/17) pukul 08.00 WIB.
Dari pantauan radar-x.net, bertindak sebagai inspektur upacara, Waka Polres Rohil, Kompol Kurnia SIK., perwira upacara, Kapolsek Sinaboi,  AKP Wahariana, perwira upacara, KBO Narkiba, Ipda Putra Amor, sebagai petugas pengibar bendera personil dari Polsek Kubu, Bripka C.Sianipar, Bripka Muhadir, Brigadir DP. Silitonga dan Bripka Robi Sugara untuk pembaca UUD 1945.
Kasubag Humas Polres Rohil Aiptu Yusran Pangeran Chery ketika dikonfirmasi RADAR-X mengatakan, bahwa para Kabag, Kasat, Kapolsek jajaran dari personil gabungan Polres Rohil dan Sat Polair Polres Rohil menjadi peserta upacara di hari Kebangkitan Nasional kali ini.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika dalam amanatnya yang dibacakan oleh Waka Polres Rohil, Kompol Kurnia SIK., menyampaikan, adapun salah satu inspirasi yang kita serap dari berdirinya Boedi Utomo sebagai sebuah organisasi modern pada tahun 1906, munculnya sumber daya manusia indonesia yang terdidik, memilki jiwa nasionalisme kebangsaan dan memiliki cita-cita mulia untuk melepaskan diri dari penjajahan.
                                          
“Sejak diproklamirkan kemerdekaan, kita bangsa indonesia telah berjanji dan berketetapan hati, bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, adat istiadat yang hidup ditengah masyarakat, yang terdiri dari 17.508 (tujuh belas ribu lima ratus delapan) pulau,” paparnya. 
Dijelaskannya, dari 17.508 tersebut dihuni oleh penduduk sebesar, 254,9 (Dua ratus lima puluh empat koma sembilan) juta jiwa dengan 1.331 (seribu tiga ratus tiga puluh satu) suku bangsa, 746 (tujuh ratus empat puluh enam) bahasa daerah dengan garis pantai sepanjang 99.093 (sembilan puluh sembilan ribu sembilan puluh tiga) kilometer persegi menjadi kewajiban seluruh komponen bangsa untuk menjaganya.
“Oleh karena itu, dipandang penting dari tema yang diusung “Pemerataan Pembangunan Indonesia Yang Berkeadilan Sebagai Wujud Kebangkitan Nasional”, dengan tema ini kita ingin mewujudkan dengan kerja nyata secara mandiri dan berkarakter dan saat paling tepat bagi kita untuk bahu-membahu bersama anak bangsa untuk memenangkan persaingan pada aras global, mau tak mau kita harus bangkit untuk menjadi bangsa yang kompetitif dalam persaingan pada tingkat global.” Jelasnya. 
                                                                         
Ditambahkannya, semoga peringatan hari Kebangkitan Nasional ini juga memperbarui semangat ‘TRISAKTI’, berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan untuk menjadi bangsa yang lebih kata dan kompetitif dalan kancah Internasional. 
Mengakhiri sambutannya menyampaikan, “semoga dalam peringatan hari Kebangkitan Nasional ke-109 tahun 2017 ini, kerja kita semakin baik dan semakin dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.” Pungkas Wakapolres.
Upacara Hari Kebangkitan Nasional berakhir pukul 09.00 WIB, sebelum pelaksanaan upacara selesai, seluruh peserta upacara menyanyikan lagu “Padamu Negri”. (Mulya Koto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page