Budaya

Unjungan Sedekah Makam Buyut Warti Desa Pengauban Tradisi Masyarakat Lelea

×

Unjungan Sedekah Makam Buyut Warti Desa Pengauban Tradisi Masyarakat Lelea

Sebarkan artikel ini

INDRAMAYU, radar-x.net – Desa Pengauban, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu selalu mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai tradisional, seperti Sedekahan Makaman yang guyub masyarakat desa pengauban Ratusan tumpeng yang telah kumpul di pemakaman desa merupakan salah satu bukti bahwa masyarakat masih memegang adat karuhun, yaitu selalu mengungkapkan rasa syukur sebagai masyarakat agraris sekaligus pemberdayaan masyarakat dengan kearifan lokal.

Sedekahan Makaman Buyut Warti yang membawa Akhlak yang baik yang mengembangkan agama pewaris para ulama salahsatunya dipusatkan di makam dengan diisi Istoqosah dan dan santapan rohani pada Selasa ( 20/10/2020). Masyarakat tanpa dikomandoi membawa tumpeng untuk makan bersama sebagai bentuk rasa syukur dan nilai gotong royong.

Hal itu diungkapkan Kuwu desa Pengauban Daya, pada helaran Sedekahan Makaman Buyut Warti.

Hadir pada acara Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, Pemuda, santri dan seluruh masyarakat desa Pengauban juga dari desa tetangga turut menyaksikan acara ngunjung tersebut.

Kuwu Daya dalam acara tersebut menyampaikan, bahwa sedekahan makaman adalah warisan nenek moyang patut dilestarikan. Dengan diisi Istiqosah dan doa bersama supaya terhindar dari berbagai bala yang kini sedang mewabah.

“Masyarakat desa Pengauban memiliki kecintaan yang luar biasa dari kegotong royongan juga lainnya,” ungkapnya.

Menurutnya, Sedekah makaman ini sebagai pelestarian nilai-nilai tradisi di tengah masyarakat modern saat ini untuk memupuk kesadaran dan pemahaman kehidupan dalam berbudaya agar lebih bermakna dan sebagai bentuk penghargaan kepada para Leluhur, dengan makna bentuk ucapan rasa syukur warga Pengauban kepada sang pencipta, sekaligus sebagai ajang silaturahmi diantara warga.

“Gelar budaya ini sebagai agenda tahunan desa Pengauban, acara Sedekah makaman sudah menjadi tradisi yang turun-temurun dari para leluhur dan rutin setiap tahun dilaksanakan. Kita wajib memelihara tradisi dan budaya dan mewariskannya untuk generasi Penerus,” ujarnya.

Ia menyebutkan, upacara Sedekahan makam yang dilaksanakan setiap tahun dalam upaya melestarikan tradisi kumpul tumpeng ratusan masyarakat desa pengauban membawa tumpeng berduyun duyun nuju ke makam membawa tumpeng di masing tempat makam kluarganya yang sudah Almarhum meninggal dunya.

“Tujuanya untuk mengingat bawasanya kita juga sama bakal mati dan bawa hikmah kita memberi do’a atu tahlil yasin dan berjammaah do’a bersama yang di pimpin langsung oleh ustad Kh. Soehibul Bahkri/kiai Baridin dari jaga pura langsung memberi ceramah agama meberi dakwah untuk memperdalam keimanan bahwa semua makluk yang bernyawa semua bakal mati,” jelas Soehibul Bakhri.

Budaya lokal, lanjutnya, agar generasi kini dan mendatang mengetahui tradisi budaya leluhur. “Setiap tahun kami bersama masyarakat menggelar acara ini, selain wujud syukur kepada Allah SWT sekaligus dalam upaya melestarikan nilai-nilai tradisi budaya lokal,” pungkas Kuwu Daya. (Idi.S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page