SAMPANG, RADAR-X.net – Pasangan suami istri warga Napo Daya memiliki keterampilan membuat anyaman plastik menjadi sebuah karya yang unik dan bermacam-macam variasi.
Pasangan suami istri tersebut, Jamik dan Samawiyah merupakan warga asal dusun Barat Sungai desa Napo Daya kecamatan Omben, kabupaten Sampang Madura, memiliki keterampilan tangan yang begitu menjanjikan hasilnya hingga diminati sampai diluar daerah.
Karya tersebut merupakan kerajinan tangan yang berupa anyaman sehingga menghasilkan banyak karya, seperti Plafon rumah, Dinding, Pagar, Tikar, Tempat sampah, Tempat rumput, Kotak hias dan lain sebagainya.
Dari hasil penelusuran awak media radar-x dilokasi, pasangan suami istri tersebut sedang melakukan aktifitasnya dengan kompak, membuat berupa plafon rumah milik pemesan.
Jamik pengrajin anyaman saat dikonfirmasi oleh media ini mengatakan, bahwa kegiatan tersebut telah ditekuninya sejak lima belas tahun silam.


“Ya mas…! Sudah lama kegiatan ini yang kami tekuni, insya Allah kurang lebih lima belas tahun lamanya.” Ucap Jamik sambil menganyam. Minggu (28/02/2021).
Tidak hanya tikar mas, lanjut Jamik. Kami juga membuat dinding dari anyaman plastik, tempat sampah, kotak hias, keranjang, plafon, pagar dan lainnya.
Pria yang dinding rumahnya terbuat dari anyaman pelat plastik itu mengungkapkan, kalau hasil karyanya banyak diminati masyarakat hingga keluar daerah, bahkan harganya pun bervariasi dari harga Rp.50.000, sampai dengan Rp. 600.000,- sesuai dengan karakter kesulitannya dan model variasinya.
“Biasanya pemesan itu menginginkan bentuk dan variasi warnanya, kalau pesanan itu harganya permeter.” Ungkap Jamik.
Sementara Holid Mawardi kepala desa Napo Daya saat dikonfirmasi membenarkan kalau warganya banyak yang memiliki kerajinan tangan tersebut. Selain anyaman juga ada pengrajin tusuk sate dan tikar tembakau.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi hasil karya dari warga kami.” Ungkap Holid.
“Kami akan terus melakukan pantauan pada perekonomian warga kami, khususnya bagi mereka yang memiliki kemampuan agar karyanya bisa mengangkat perekonomian mereka dari dampak Covid 19.” Jelas Holid.
Kami berupaya untuk kesejahteraan perekonomian warga kami, cetus Holid. Karena upaya kami sekarang disektor perekonomian administrasi kependudukan Kami sudah mencapai 90%. Jadi, sudah saatnya kami untuk bekerja mengembangkan perekonomian masyarakat desa Napo Daya.
“Kami berharap kepada pemerintah supaya bisa memfasilitasi kemampuan dan hasil karya warga Kami untuk dimunculkan di berbagai pasar modern.” Pungkas Holid.
Perlu diketahui, bahwa di desa Napo Daya masih banyak kemampuan masyarakat yang perlu dibantu, dan semua karya yang ada masing-masing pengrajin bisa dibeli secara langsung ataupun pesanan. (MK/MH)














