![]() ![]() |
| Foto: Bagus WW, |
JEMBER – Umat hindu dikabupaten Jember, Minggu(1/05/2016), hari ini mengadakan Dharma Santi Nyepi yang merupakan puncak rangkaian perayaan Nyepi tahun Saka 1938, bertempat di pendopo desa Gunungsari, Kecamatan Umbulsari, kabupaten Jember.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Kabupaten Jember dengan tema “Keberagaman Perekat Persatuan”, diharapkan akan semakin mempererat tali silaturahmi antar sesama, terutama antar pemeluk agama, demikian disampaikan oleh ketua PHDI Jember Bapak I Wayan Wesa Atmaja.
Kebahagian dan kegembiraan umat hindu yang hadir dalam acara tersebut terasa istimewa karena dihadiri oleh Wakil Bupati Jember Drs. KH. Muqit Arif, Ketua dan pengurus FKUB, unsur Forkopimda, perwakilan PHDI Jawa timur, serta muspika kecamatan umbulsari, kepala desa Gunungsari serta tokoh agama dari perwakilan lumajang, situbondo dan bondowoso.
![]() ![]() |
| Foto: ekki, |
Endang Mujiati, ketua panitia acara menyampaikan, “Kami bangga memiliki pemimpin seperti Kyai Muqit, karena dalam sejarah baru era sekarang ini kegiatan kami dihadiri oleh pimpinan daerah, beliau sudah dua kali menyempatkan hadir disela sela kesibukan beliau untuk menyapa kami warga hindu, yang pertama pada saat Ogoh Ogoh beberapa saat lalu dan saat ini,” jelasnya.
Sementara Wakil Bupati Jember, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa sudah saatnya kita hidup rukun dan damai tanpa harus melihat monoritas dan moyoritas, perbedaan agama jangan dijadikan skat (pemisah) antar umat beragama untuk tidak hidup harmonis, kita hidup di Indonesia, inilah miniatur indonesia, the real indonesian, kata wabub Jember.
Semua berkumpul, Islam, Nasrani, Hindu, duduk bersama bersilaturahmi, diharapkan ini tidak hanya antar tokoh dan pemuka agama saja tapi bisa ditindaklanjuti oleh kita semua, saudara kita bahkan anak2 kita, tambah K.Muqit dalam sambutannya.(bagus WW/ekki)















