BeritaBudaya

Ulama Dan Umaro’ Serukan Jaga NKRI

×

Ulama Dan Umaro’ Serukan Jaga NKRI

Sebarkan artikel ini
Ulama Dan Umaro’ Serukan Jaga NKRI
Suasana saat para Ulama dan Umaro’ berkumpul dalam acara Isro’ Mi’roj NU di Kec. Maesan (Foto:Abas) 

BONDOWOSO, Radar-X.Net – Pelaksanaan puncak acara Hari Lahir Nahdlatul Ulama’ (NU) ke-94 dan Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW di MWC NU Kec. Maesan Kab. Bondowoso Jawa Timur, dikemas dalam bentuk pengajian umum.
Giat acara tersebut, tampak hadir Pengurus Cabang NU Bondowoso, Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, Ketua FPKB Bondowoso, H. Tohari, Camat Maesan, Rizki Idham Lukmana, para Kepala Desa se-wilayah Kec. Maesan, serta para pengurus Ranting NU se-wilayah Kec. Maesan. Kamis (4/5/2017) 
DR. KH. Munawir Ulum, pengurus Cabang NU dan Pengasuh PP Alfaruq Grujugan, Pengurus Cabang NU Bondowoso, dalam sambutannya Menyampaikan, bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi kewajiban bagi kita semua, ini merupakan kecintaan kita pada Bangsa ini agar persatuan tidak terpecah belah.
Mengingat maraknya pahaman-pahaman radikalisme, sehingga kondisi ini menjadi momentum bagi NU untuk membutikan bahwa Bangsa Indonesia tidak akan bisa terpecah belah dengan kepentingan kelompok-kelompok tertentu yang hanya menginginkan Negara ini menjadi Negara khilafah. 
“Kepada seluruh warga NU agar tidak mudah terpengaruh dan mudah percaya akan issue hoax yang ingin memecah belah NU, kita harus teliti dulu sumber dan kebenarannya. Dengan harapan kita tetep konsisten menjaga warisan para Ulama’.” Jelasnya
Sementara Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, yang juga merupakan PC NU Bondowoso menyampaikan, rasa hormat kepada pengurus MWC NU yang telah melaksanakan harlah NU ke-94. 
“Adanya harlah merupakan bentuk rasa syukur kita sekaligus mengefaluasi diri kita dalam hal memperjuangkan apa yang sudah ditata para Ulama’,” ujarnya. 
Dijelaskannya, bahwa disetiap ada acara NU dengan adanya yel-yel NU “ Siapa kita? Warga NU…!!!, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945? Sudah Final…!!!, NKRI?, Harga mati…!!!.
“NU tidak ingin disanjung dan juga tidak pernah menuntut pengakuan, melaikan karna bentuk tanggung jawab NU terhadap lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar tidak ada kesalah pahaman bahwa Ulama’ selalu dianggap hanya Guru ngaji, pengajar kitab, pidato, akan tetapi para Ulama’ juga ikut andil dalam terbentuknya Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).” Tegas Ahmad Dhafir. 
Disamping itu, ia mengisahkan akan Almarhum KH. Wahed Hasyim, cucu dari pendiri NU Mbah KH. Hasyim Asy’ari yang juga ikut merumuskan pancasila. 
“Ini adalah bukti nyata bahwa lahirnya NU bukan hanya untuk tegaknya ajaran Ahlussunnah Waljama’ah, tapi juga bagaimana menghimpun kekuatan-kekuatan masyarakat, pesantren-pesantren menjadi benteng para Ulama’, benteng pertahanan untuk melawan penjajah.” Tandasnya. 
Selain itu, beliau juga mengajak kepada seluruh warga NU untuk tidak melupakan Jasa-jasa Ulama’.
Sementara, H. Moh. Saiful Bahar, yang juga Dosen UINSA Surabaya, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa warga NU itu wajib hukumnya untuk menjaga marwah NU dan menjalankan program-program organisasi dengan baik. Sementara Dengan banyaknya masyarakat yang hadir, serta tokoh-tokoh NU dan masyaikh, mampu memberi dukungan semangat bagi pengurus MWC  maupun Ranting NU. 
“Mari kita sama-sama bekerja dan bekerja sama dalam menjalankan roda organisasi, demi tegaknya ajaran islam ahlussunnah waljamaah.” Pungkasnya. (Abas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page