![]() ![]() |
| Taat Pribadi Saat Dibekuk petugas (Foto :Bagus) |
Tewasnya aktivis LSM yang juga bos batu akik ini, ada kasus lain yang menyelimuti sebelumnya. Bahkan keluarganya yakin jika Abdul Gani adalah korban pembunuhan.
Menurut keluarga korban yang tak lain adalah istrinya mengatakan kepada Radar-x melalui telpon selulanya, “Suamiq itu dari awal iya sama kanjeng itu mas membangun padepokan bareng-bareng bahkan dari nol sampek banyak santrinya iya suamiku yang nyarik santri-santri itu dulu,” katanya
Padepokan itu berdiri sejak tahun 2007 sampai sekarang suamiku di bunuh karna mau keluar dari padepokan itu karna takut tipuanya terbongkar makanya di habisin dulu suamiku mas, Karna menurut suamiku wes banyak korban bahkan puluhan ribu orang,” tahmbahnya
Para korban sebelum mendapatkan uang hasil penggandaan diwajibkan menyetorkan uang ‘ MAHAR ‘ dari mulai jutaan rupiah sampai dengan puluhan milyar rupiah .
Para korban banyak yang tidak berani kembali ke-asalnya karena malu, harta bendanya telah habis dijual dan menggali banyak hutang dimana-mana.
Beberapa korban sudah melaporkan kepihak berwenang tapi tidak diproses dengan semestinya. Terlapor Dimas Kanjeng Taat Pribadi, sudah beberapa kali dipanggil oleh pihak berwenang di Surabaya, tidak juga mau memenuhi panggilan, “anehnya aparat penegak hukum tidak juga mengupayakan secara paksa menangkap Dimas Kanjeng Taat Pribadi untuk diperiksa. Diduga aparat penegak hukum takut menangkap karena dibelakang Dimas Kanjeng Taat Pribadi terdapat beberapa petinggi negeri ini.” tandasnya
Kemudian terkait kasus penggandaan uang tersebut telah menelan dua orang korban tewas, sengaja dibungkam dengan cara dibunuh supaya rahasia kebusukan diinternal Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi tidak terkuak.


















