RADAR – X.net
Di Penghujung bulan ini tradisi halal bihalal semakin gencar dilakukan banyak kalangan khususnya umat muslim di Indonesia ,kalangan pemerintah ,pihak swasta maupun organisasi sosial kemasyarakatan,hal ini biasa dilakukan bahkan mendunia.
Tradisi ( Budaya )ini dari sudut pandang ajaran Islam sama dan sebangun dengan istilah ‘Silaturahmi” bedanya Halal bihalal di formalkan,diorganisir dalam suatu acara khusus.
Pertanyaannya mengapa orang terinspirasi dengan halal bil halal dari Gagasan Ir.Soekarno itu ?.( lihat sejarah )
Dalam Ilmu tarikh Tasyri ke sejarah Islam dimasa Rasulullah Muhammad Saw hal ini tidak pernah ditemui namun anjuran untuk menyambung tali silaturahmi sesama muslim hal yang paling dianjurkan . Sepertinya Ir.Soekarno telah melakukan ijtihad sosial dengan menambahkan istilah halal bihalal ala Indonesia .kekaguman kita akan jasa Ir.Soekarno tidaklah berlebihan karena Islam memberi ruang berijtihad bagi tiap muslim yang memiliki ilmu pengetahuan luas dengan ganjaran bila hasil ijtihad benar mendapat pahala dua,namun jika salah tetap mendapat pahala satu
Kita sebagai generasi belakangan dari pemimpin pendahulu generasi kejuangan 45 tentu saja penasaran dengan cara mereka membangun peradaban baru saat itu betapa repotnya mereka menata konsep pergaulan baru setelah terbelenggu dari penjajah Belanda dan Jepang , mengisi pranata dan konsep gaul sosial awal-awal kemerdekaan Indonesia , karya bung Karno misalnya soal halal bihalal bukannya memudar malah menjadi konsep sosial kekinian ,mengapa bisa ya ?
Apa yang membuat kita yang muslim ,kini terus menerus melakukannya?.
Api Islam telah mematangkan pengetahuan bung Karno tentang pemikiran integral antara tradisi keindonesiaan dan Ilmu Islam menjadi kekuatan revolusioner yang menginspirasi halal bil halal sesuatu hal tak lekang oleh panas tak lapuk oleh hujan hingga kini.
Ide dan gagasan halal bil halal merupakan mozaik sejarah keindonesian yang tak pudar ditelan waktu bahkan bersinar sepanjang masa.lihatlah betapa pergerakan jutaan orang muslim Indonesia mudik untuk demi sebuah acara sederhana menjemput kemaafan dan halal bil halal itu.!
Lihatlah betapa mereka harus bayar dengan tangis dan kelelahan dengan peluh keringat ribuan kilometer jalanan yang mereka tempuh untuk sebuah tradisi singkat dengan mengorbankan apapun demi mudik menjemput Halal bihalal Amazing !…ETRengg… menggelegar mengampar ampar ..
Satu hal yang ingin penulis katakan bisakah kita membayar satu kesalahan dengan kemaafan ,selamat ber Idul Fitri 1446 H ,semoga kita bertemu lagi dibulan yang sama di tahun depan.
Penulis Irwansyah Nst pengamat sosial dan kebijakan publik Ketua POKDAR Kamtibmas Bhayangkara Kab. Batubara.
Diterbitkan Oleh : Media Cetak & Online Radar-X.net.














