![]() ![]() |
| Foto: Dik |
JEMBER – Sampah merupakan masalah Nasional yang harus ditangani dengan baik, bagi kota-kota besar termasuk pendidikan yaitu Jember. Penampungan maupun penanganan masalah sampah harus diatur dengan baik. Jika tidak masyarakat akan menilai ketidak mampuan pemerintah dalam pengelolaan sampah. Baik sampah rumah tangga, industri, perkantoran maupun sampah pasar.
Tak terkecuali, dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari, yang setiap hari menerima kiriman sampah sebanyak 600 meter kubik, dari tiga Kecamatan yang ada di Kabupaten Jember. Yakni Kecamatan Sumbersari, Kecamatan Patrang, dan Kecamatan Kaliwates.
Kondisi ini masih ditambah lagi kiriman sampah dari Kecamatan lain di antaranya Kecamatan Mangli, Kecamatan Rambipuji, Kecamatan Mayang, Kecamatan Silo, Kecamatan Kalisat, Kecamatan Ledok Ombo dan Kecamatan Sukowono.
Seperti yang disampaikan oleh Mustofa, selaku Koordinator TPA Pakusari, saat di temui media beberapa waktu yang lalu. Pihaknya menjelaskan, bahwa kondisi luas TPA Pakusari yang sudah tidak memungkinkan untuk tempat penampungan sampah dan sudah mengajukan perluasan lahan.
“Memang benar kami telah mengajukan penambahan perluasan melalui DPU Cipta Karya sejak tahun 2013-2014, hingga pada tahun 2015 akhir baru ada pengukuran lahan. Pemilik lahan sudah siap menjualnya kalau tidak salah luasnya juga hampir sama yaitu 6,8 hektar. Kami hanya tinggal menunggu pimpinan saja untuk merekom penambahan perluasan area TPA,” katanya.
![]() ![]() |
| Kondisi TPA Pakusari Yang Tak Mampu Menerima Pengiriman Sampah |
Mustofa menambahkan, untuk area TPA Pakusari sementara ini jelas sudah tidak mampu menampung besaran kiriman sampah yang hampir perharinya 600 meter kubik belum lagi ada kiriman dari beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Jember. Harapan satu-satunya menunggu persetujuan dulu oleh pimpinan berkaitan dengan perluasan area TPA.
“Jadi sementara waktu semua sampah yang masuk tetap akan kita tampung sebisanya agar sampah-sampah yang ada tidak meluber kemana-mana,” ungkapnya.
Luas area TPA Pakusari kurang lebih 6,8 hektar. Hal ini, sangat tidak relevan dengan besaran kiriman sampah yang setiap harinya kurang lebih 600 meter kubik. Tampak terlihat di sana sini tumpukan sampah yang menggunung akibat luasan area yang sangat minim.
Bila dilihat dari lokasi TPA yang ada di Kabupaten Jember, TPA Pakusari memang lebih besar di banding yang lain misalnya TPA Balung luas area 1,5 hektar, Ambulu 1,5 hektar, Kencong 1,5 hektar dan Tanggul 1,5 hektar.
Volume sampah perminggu terus meningkat terhitung sejak tahun 2009 dari Bulan Januari-Desember besaran sampah yang ada di TPA Pakusari sebesar 191.849.8 meter kubik. Jika di global sejak tahun 1992-2014 besaran sampah yang ada lebih kurang 44.909.071.9 meter kubik.
Oleh karena itu pihak DPU Cipta Karya telah mengajukan penambahan perluasan area TPA Pakusari sejak tahun 2013-2014. Namun masih belum ada tanggapan menjelang akhir tahun 2015. Pihak DPU Cipta Karya bersama Tapem, Kepala Desa serta Camat Pakusari mengadakan pengukuran penambahan lahan baru yang mana lahan dan lokasinya bersebelahan dengan TPA yang lama.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Totok, selaku staf TPA Pakusari, menurutnya kondisi TPA Pakusari sangat prihatin sekali dengan kondisi TPA yang ada saat ini. Karena semua lahan yang ada sudah dipenuhi sampah.
“Kalau ada sampah baru ya terpaksa tetap ditampung walau sudah tidak muat. Diharapkan kedepan khususnya kepada pemerintah yang baru agar benar-benar memperhatikan nasib TPA Pakusari dan segera merealisasikan perluasan area sampah agar semua sampah yang masuk bisa ditampung,” ujarnya.
Dari permasalahan yang ada, perlu ditangani dengan serius apakah diperlukan penambahan lahan baru ataukah dengan pengadaan alat pengolah sampah modern yang dapat mengolah sampah menjadi bahan berguna. (dik)















