BANYUWANGI, Radar-X.net – Perjuangan Wenda Wahyuningtias sebagai pekerja migran di Hong Kong sejak 2019 harus dihadapkan pada persoalan rumah tangga yang mengusik ketenangan hatinya.
Jauh dari keluarga demi mencari nafkah, Wenda justru mengaku dihantui dugaan suaminya, Rian, menjalin hubungan dengan perempuan lain.
Wenda mengaku selama bertahun-tahun bekerja di Hong Kong, hasil jerih payahnya dikirim ke Indonesia untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, ketika komunikasi dengan sang suami mulai sulit, kecurigaan perlahan muncul.
Pada 2025, Wenda sempat pulang ke Indonesia untuk melepas rindu kepada suami dan anak semata wayangnya yang kini berusia 9 tahun. Setelah sekitar sebulan berkumpul, ia kembali ke Hong Kong dengan harapan rumah tangganya tetap utuh.
Namun, beberapa bulan terakhir, situasi berubah. Rian disebut semakin sulit dihubungi. Wenda kemudian mencari informasi hingga mendapati dugaan adanya kedekatan antara suaminya dengan seorang perempuan bernama Erni, warga Dusun Tegalyasan, RT 4/RW 6, Desa Tegaarum, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.
Konfirmasi di lapangan pun dilakukan.
Ketua RT setempat, Ayuk, mengaku belum mengetahui secara pasti mengenai status hubungan Rian dan Erni. Meski demikian, ia mengaku beberapa kali melihat keduanya bersama.
“Saya tidak tahu soal hubungan mereka, namun saya hanya sering melihat mereka berboncengan,” ujarnya.
Sementara itu, Painah, ibu Erni, memberikan penjelasan berbeda. Ia menyebut kedekatan Rian dengan putrinya sebatas hubungan antara seorang duda dan janda.
Menurut Painah, Rian memang kerap datang ke rumahnya dan menemui Erni. Namun, ia menegaskan Rian tidak pernah menginap di rumah tersebut.
“Rian memang sering ke sini, hampir tiap hari menemui anak saya. Tapi dia tidak pernah menginap di sini. Saya tidak mempermasalahkan hubungannya dengan anak saya, karena Rian mengaku dirinya berstatus duda,” ungkap Painah.
Rian Klaim Sudah Cerai
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat dan panggilan WhatsApp, Rian membantah persoalan tersebut menjadi masalah. Ia bahkan mengklaim status perkawinannya dengan Wenda telah berakhir melalui putusan pengadilan.
“Saya sudah bercerai, Mas, dan sudah ada putusan dari pengadilan seminggu yang lalu. Memang masalah apa kalau saya menjalin asmara dengan wanita lain? Saya seorang laki-laki, mau nikah satu atau dua itu urusan saya. Sudah ada putusan cerai atau tidak, itu urusan saya,” ujar Rian.
Namun, klaim tersebut kemudian menjadi sorotan setelah dilakukan penelusuran terhadap Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Agama Banyuwangi.
SIPP PA Banyuwangi: Perkara Masih Berjalan
Berdasarkan penelusuran, perkara gugatan cerai dengan nomor 4497/Pdt.G/2026/PA.Bwi tercatat didaftarkan pada 16 September 2026.
Perkara tersebut masih dalam proses persidangan dan, berdasarkan informasi perkara yang ditelusuri, belum menunjukkan adanya putusan cerai yang telah berkekuatan hukum tetap.
Dengan demikian, klaim mengenai status perceraian tersebut masih perlu ditempatkan secara hati-hati, mengingat proses perkara di pengadilan disebut belum selesai.
Di tengah polemik tersebut, Wenda berharap persoalan rumah tangganya segera menemukan titik terang. Ia juga berharap hak-haknya sebagai istri dan kepentingan anaknya tetap mendapat perlindungan di tengah persoalan yang sedang dihadapi.
Bagi Wenda, jarak ribuan kilometer dari tanah air selama ini ia jalani demi satu tujuan: bekerja dan mempertahankan kehidupan keluarganya.
Namun kini, ketika persoalan rumah tangga mencuat, perjuangan tersebut justru berhadapan dengan tanda tanya besar yang belum menemukan jawaban.














