![]() ![]() |
| Foto: Bambang H, |
JEMBER – Pertambangan ilegal kian marak di Jawa Timur, walaupun para pelaku tambang mendapat teguran keras dari aparatur penegak hukum namun masih saja melanjutkan usahanya. Kebutuhan ekonomi yang semakin meninggi, harga kebutuhan pokok tambah melangit sedangkan lapangan pekerjaan kian sulit untuk didapatkan. Indikator seperti inilah yang membuat para pelaku tambang tak jera melakukan usahanya walaupun mereka sadar apabila yang dia kerjakan melanggar ketentuan hukum yang berlaku.
Senin kemarin, Ketua Panitia Khusus(Pansus) tambang menyelenggarakan rapat koordinasi dengan pansus tambang DPRD Provinsi Jawa Timur di Surabaya. Rapat koordinasi yang telah diselenggarakan, tidak dihadiri oleh Disperindak ESDM Kab. Jember. Padahal sebelumnya pihak DPDR Provinsi sudah melakukan undangan kepada Disperindag Jember. Walaupun demikian, Disperindag ESDM Jember tidak juga mendatangi undangan pansus tanpa ada alasan dan klarifikasi.
Dengan adanya Kejadian tersebut, Disperindag ESDM kini mendapat tanggapan tegas dari Pansus tambang. Terutama ketua pansus geram dengan kejadian ini.
Seperti yang ditegaskan, M.Hadi Nudin, selaku Ketua Pansus Tambang, menegaskan, “Saya selaku ketua Pansus Tambang, kemarin hari senin, kita memanggil Disperindag Jember untuk rapat koordinasi dengan Pansus Tambang DPRD Jawa Timur, tetapi Disperindag Jember tidak hadir,” tegasnya.
“Tidak ada alasan dan tidak ada klarifikasi apapun, ini menjadi catatan Pansus DPRD Jatim, dan bisa jadi kita panggil Bupatinya.” tambahnya, saat di temui radar-x.net, di Rumah Makan Lestari Jember, Kamis(31/03/2016). (Bambang H)














