BONDOWOSO, RADAR-X.net – TBC atau Tuberkulosis sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit Tuberkulosis merupakan penyakit yang sangat menular, apalagi didukung dengan lingkungan yang tidak sehat.
Beberapa penemuan kasus TBC di masyarakat adalah di tempat-tempat khusus, misalnya di Pondok Pesantren, Asrama, dan daerah padat lainnya.
Berdasarkan Laporan Global Health TBC 2021, Indonesia menduduki peringkat ketiga dengan beban TBC sebanyak 824.000 kasus. Di NTB sampai dengan bulan Juni 2022, ditemukan kasus TBC sebanyak 3.195 kasus dari 17.715 kasus (18%).
Kegiatan tersebut yang turut melibatkan Serka Lugito Babinsa Sumber Salam Koramil 0822/04 Tenggarang ini bertujuan untuk menemukan kasus TBC di daerah padat yang memiliki faktor risiko tinggi terhadap penularan penyakit TBC.
Kegiatan dimulai dengan memberikan informasi yang jelas tentang penyakit TBC, cara penularan, pengobatan dan pencegahannya kepada para santri dan pengelola pondok. Setelah itu dilakukan skrining terhadap santri dan pengelola pondok yang memiliki gejala TBC.
Babinsa Serka Lugito dan tenaga kesehatan Puskesmas Tenggarang melakukan kegiatan skrining dan pemberian terapi pencegahan TBC door to door rumah warga di lingkungan Dusun Krajan RT. 15 RW. 07 Desa Sumber Salam, Kamis (9/2/2023).
“Semoga dengan adanya kegiatan Skrining dan terapi pencegahan bakteri TBC ini angka pasien atau warga tertular bakteri dapat segera berkurang dan kembali pulih,“ ungkapnya.
(Zul)














