BeritaPeristiwa

Seorang Janda Diduga Jadi Korban Penipuan Bermodus Asmara: Suami Siri Bawa Kabur Uang Puluhan Juta dan Motor

×

Seorang Janda Diduga Jadi Korban Penipuan Bermodus Asmara: Suami Siri Bawa Kabur Uang Puluhan Juta dan Motor

Sebarkan artikel ini
Foto; Ve (Dok-istimewa)

Jember, RADAR-X.net – Seorang perempuan berinisial Ve, warga Kalisat, diduga menjadi korban penipuan bermodus asmara setelah menikah siri dengan seorang pria berinisial S, warga Kecamatan Sumberjambe. Kasus ini mencuat setelah Ve melaporkan bahwa uang puluhan juta dan sebuah motor yang masih dalam status kredit dibawa kabur oleh mantan suaminya, yang diduga merupakan pelaku penipuan. Senin (09/09/24)

Ve mengungkapkan bahwa sejak menikah siri dengan S, dirinya mengalami banyak kerugian materiil. Ia menyebutkan bahwa uang pribadi sekitar Rp40 juta, uang milik ibunya, serta uang tambahan puluhan juta lainnya telah dibawa oleh suaminya. Selain itu, S juga membawa kabur motor milik Ve yang hingga kini belum dikembalikan. Motor tersebut bahkan telah digadaikan oleh S.

“Saya uang sekitar Rp40 juta dan uang ibu saya, serta uang puluhan juta lainnya dibawa kabur. Bahkan motor saya yang masih kredit juga digadaikan sampai sekarang belum kembali,” ungkap Ve saat diwawancarai.

Ve menambahkan bahwa alasan yang selalu diberikan oleh S saat ditanyakan perihal uang tersebut adalah bahwa uang tersebut digunakan untuk modal kerja. Namun, Ve merasa bahwa penjelasan ini tidak masuk akal karena hingga saat ini tidak ada bukti konkret terkait usaha atau pekerjaan yang dijanjikan S.

“Ketika saya tanyakan uangnya untuk apa, dia selalu menjawab untuk modal kerja. Sedangkan motor saya masih kredit, jadi saya sangat merasa ditipu,” imbuh Ve.

S juga diketahui sering berpindah-pindah tempat tinggal. Selain tinggal di rumah Ve di Kalisat, S juga kerap berada di rumah istrinya yang lain di wilayah Kecamatan Silo. Informasi ini semakin memperkuat dugaan bahwa S telah memanfaatkan pernikahan siri dengan Ve untuk kepentingan pribadi dan menipu korban secara sistematis.

Ve kini menghadapi tekanan finansial yang semakin berat karena selain kehilangan uang dan motornya, ia juga menerima ancaman dari pihak leasing motor. Pihak leasing tersebut dikabarkan akan melaporkan Ve atas dugaan penggelapan kendaraan jika ia tidak segera melunasi kredit motor yang dibawa kabur oleh S.

“Saya ini mau dilaporkan oleh pihak finance dengan dugaan penggelapan karena motor saya yang masih kredit dibawa kabur. Mau tidak mau saya harus melaporkan S ini ke pihak berwajib,” tandas Ve.

Ve berencana untuk segera melaporkan S ke kepolisian atas dugaan penipuan dan penggelapan aset. Ia berharap agar proses hukum dapat berjalan lancar dan keadilan bisa ditegakkan. Kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya para perempuan, agar lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan, terutama yang melibatkan pernikahan tanpa perlindungan hukum yang jelas.

Pihak kepolisian diharapkan segera menindaklanjuti laporan Ve dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif serta tindakan yang dilakukan oleh S. Hingga berita ini diturunkan, awak media masih belum bisa mengkonfirmasi S terkait tuduhan penipuan yang dilayangkan oleh Ve, karena S sulit untuk ditemui.
(Zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page