BeritaKesehatan

Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso, Sesalkan Insiden Pasien Miskin

×

Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso, Sesalkan Insiden Pasien Miskin

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso Sesalkan Insiden Pasien Miskin
Foto : Sukri, 
BONDOWOSO – Menyayangkan insiden terjadinya pasien Musyarrofah(23) tahun. Warga Ds. Sumber Kalong Rt.10/Rw.04, Kecamatan Wonosari ini tertahan karena tidak ada dana untuk membayar obat, sehingga tidak bisa keluar dari rumah sakit dikarenakan terkendala biaya yang tidak mampu dipenuhi.
Mendengar adanya pasien tersebut Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bondowoso, Supriyanto, SH. Langsung mendatangi RSUD Bondowoso. ia berencana untuk mempercepat proses pemulangan Musyarrofah, tanpa basa-basi Supriyanto, membayar biaya administrasi ke kasir RSUD dr. Koesnadi sebesar Rp. 4.379.350,-.

Politikus asal Kampung Haji Desa Bataan Tenggarang ini memang memiliki cara sendiri untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Bahkan, hampir setiap sebulan sekali pihaknya memberikan bantuan Sembako kepada masyarakat miskin hingga di pelosok desa. 
Supriyanto, mengatakan, “Pastinya kita selalu siaga bilamana ada masyarakat yang memang tidak mampu dan membutuhkan pertolongan, selama kita mampu, tentunya kita akan bantu,” ujarnya dilokasi
“Semua upaya aksi nyata dari kader Gerindra yang mewajibkan untuk peduli kepada masyarakat miskin berlaku untuk seluruh kader diseluruh Indonesia, dan itu tidak melihat golongan atau kelompok, karena hal ini berkaitan dengan aksi kemanusiaan.” terangnya
   
Sementara itu Menurut Pak Mus, orang tua Musyarrofah, sudah berusaha mengurus surat keterangan miskin ke Kantor Desa Sumber Kalong untuk meringankan biaya berobat. Namun, diperoleh keterangan dari pihak pemerintah desa Sumber Kalong tidak tahu blangko surat menyurat tentang naskah tersebut.
“Saat itu, kepala Desa Sumber Kalong bisa dikonfirmasi mengenai pengurusan surat-surat yang dibutuhkan, karena Kades tidak ada di kiantor, “kata pak Mus.
Kedua orang tua Musyarrofah, mengaku sangat bahagia sekaligus terharu. Dia mengucapkan syukur dan menyampaikan terimakasih kepada Sekretaris Komisi IV, karena bersedia untuk membayar tanggungannya kepada RSUD, sehingga anaknya bisa pulang.
“Terima kasih Pak, entah apa yang akan terjadi jika bapak tidak datang membantu masyarakat  miskin seperti kami, Alhamdulillah Yaa Allah,” ucap orang tua Musyarrofah meneteskan air mata sambil menjabat erat tangan kepada Supriyanto.
Masih lanjut Supriyanto, “Pemerintah, khsusunya RSUD dr, Soebandi, sangat tidak patut melakukan hal semacam ini. Apalagi pasien itu warga miskin,” kata Supriyanto,
Menurut Supriyanto, ‘Ini adalah citra buruk Pemerintah dan tidak lagi menghargai nilai kemanusiaan. Siapa pun itu, baik lembaga maupun individu, wajib menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan bukan hanya mengedepankan faktor ekonomi dan bisnis saja.” tambahnya
RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, yang langsung berkaitan dengan pelayanan publik dan dananya bersumber dari uang rakyat itu sendiri. “Apa yang saya lakukan, adalah bagian tugas dan kewajiban sebagai wakil rakyat. Yang bisa saya lakukan, pasti saya lakukan. Apalagi saya menerima amanat dari Bapak Prabowo Subianto, agar setiap kader Gerindra lebih mengutamakan Aksi Nyata, dari pada retorika belaka,” tandasnya.
“RSUD hanya mengikuti aturan yang berlaku, dan itu berlaku kepada siapapun,” kata sumber RSUD yang enggan disebut namanya.
Sementara hasil pantauan radar-x.net, pihak rumah sakit tidak ada yang berani memberikan pernyataan, terkait dugaan penyanderaan pasien yang tidak mampu membayar biaya obat-obatan. Bahkan, pihak direktur RSUD juga tidak bisa dikonfirmasi, karena tidak ada ditempat.(Sukri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page