Ketum LSM KPK
Budaya

Sekjend BAPERMEN Cakra Nisantara Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 H

200
×

Sekjend BAPERMEN Cakra Nisantara Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 H

Sebarkan artikel ini

PADANG, RADAR-X.net – Sekjend Badan Advokasi Perlindungan konsumen (BAPERMEN) Cakra Nusantara Roni Setiawan melakukan pertemuan dengan Ketua DPD BAPERMEN Kota Padang Nofriandi beserta anggota di Resto Cisangkuy Gor Hj. Agus Salim Kota Padang dalam rangka pertemuan rutin sekaligus diskusi perkara hukum pada Jum’at (8/7) sore.

Dalam pertemuan tersebut Sekjend BAPERMEN ini juga menyampaikan Selamat hari raya Idul Adha 1443 H untuk segenap umat Islam di Tanah Air dan dunia. 

Tak lupa, Roni mendoakan agar amal ibadah Puasa sunnah Arafah yang telah dilaksanakan dan bagi Umat Muslim yang berqurban menjadi bekal di hari kemudian.

“Selamat hari raya Idul ‘Adha 1443 H, semoga amal ibadah kita laksanakan diterima oleh Allah SWT, menjadi amal saleh yang kita dapatkan pahalanya nanti di hari kemudian, dan saya mengucapkan mohon maaf lahir batin, baik disengaja maupun tidak disengaja,” ujar Roni.

Lebih lanjut, Roni mengimbau segenap Kaum Muslimin untuk melaksanakan sholat Idul Adha 1443 H di Masjid atau Lapangan yang telah disiapkan oleh pengurus Masjid setempat.

Ibadah qurban adalah yang memiliki dua dimensi dalam Islam; ibadah spiritual (hablum minallah) dan ibadah sosial (hablum minannas).

Pertama, ibadah spiritual dalam berqurban berkaitan dengan ketaatan terhadap perintah Allah SWT.

Perintah berqurban ini tertera dalam firman Allah SWT dalam surah Al-Kautsar ayat 2: “Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah [sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah],” (QS. Al-Kautsar [108]: 2).

Kedua, ibadah sosial berkaitan dengan hubungan dengan manusia (hablum minannas).

“Orang yang berqurban menyisihkan sebagian hartanya untuk disedekahkan [sembelihan hewan kurban] kepada golongan yang tak mampu sehingga berbahagia pada Hari Raya Idul Adha,” kata Roni.

Dalam pertemuan tersebut Ketua DPD BAPERMEN juga menyampaikan bahwasanya Ibadah yang paling dicintai Allah SWT. Salah satunya adalah ibadah Qurban. Ibadah qurban adalah amalan yang sangat dicintai Allah SWT, sebagaimana tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW.

“Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam [manusia] pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan [qurban]. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya,” (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Disamping itu Nofriandi juga mengingatkan kepada seluruh umat islam bahwa Amalan Sunnah Sebelum Sholat Idul Adha yaitu
1. Tidak Makan Terlebih Dahulu
Amalan sunnah sebelum sholat Idul Adha yang pertama adalah tidak makan terlebih dahulu. Hal ini berbeda dengan Idul Fitri yang disunnahkan untuk makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan sholat. Amalan sunnah tersebut sesuai dengan Hadis Riwayat Ahmad, nomor Hadits 22.984 bahwa Rasulullah SAW tidak makan sampai pulang sholat.

2. Mengumandangkan Takbir Saat Pergi ke Tempat Sholat
Amalan sunnah sebelum sholat Idul Adha berikutnya adalah mengumandangkan takbir saat pergi ke tempat sholat dengan berjalan kaki jika tempat tersebut dekat, atau menggunakan kendaraan jika tempat tersebut jauh.

3. Memilih Jalan yang Berbeda Saat Pulang
Hal yang disunnahkan lainnya adalah mengambil jalan yang berbeda saat pulang agar kalimat takbir yang diucapkan dapat menyebar. Termasuk sebagai bagian dari silaturahmi karena akan melewati rumah tetangga yang berbeda dari saat berangkat.
Kendati demikian, memilih jalan yang berbeda berlaku jika memang ada alternatif yang bisa kamu pilih.

4. Menggunakan Pakaian Terbaik
Amalan sunnah sebelum sholat Idul Adha lainnya adalah menggunakan pakaian terbaik. Sunnah ini didasarkan pada Hadis Riwayat Hakim, nomor Hadis 7560 langsung dari cucunya Nabi Muhammad SAW yang bernama Al-Hasan. Di mana maksud dari pakaian terbaik tak berarti harus mahal, melainkan pakaian yang paling halal.

“Hari Raya Idul ‘Adha ini merupakan moment untuk Membahagiakan orang yang tidak mampu dan Renungan untuk melepaskan diri dari sifat-sifat jelek manusia, mulai dari rasa dengki, fanatik, egois,” ujar Novrialdi Selaku Ketua DPD BAPERMEN Kota Padang.

(RS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page