![]() ![]() |
| Hari Prastiadi, SH, Foto: Herry, |
JEMBER – Keberadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) sangat dirasakan dan dibutuhkan masyarakat, selain untuk menggerakkan ekonomi juga untuk keamanan dan keselamatan pengendara. Kebutuhan PJU yang tinggi berdampak pada biaya operasional perawatan dan biaya listrik juga ikut tinggi. Tentu ini akan jadi beban Pemerintah, di satu sisi kebutuhan PJU sangat tinggi di sisi lain pemerintah pusat saat ini gencar melakukan terobosan baru dengan Program Ketahanan Energi, salah satunya dengan tenaga surya (Solar Energy). Beberapa Kabupaten sudah melakukan peralihan, dari PJU tenaga Listrik menjadi tenaga surya.
“Kita ingin memberikan solusi bagi pemda, mengalihkan PJU biaya tinggi ke tenaga Surya atau solar Energy. PJU tenaga surya ramah lingkungan, murah dan efisien. Kita siap membangun PJU tenaga surya yang tidak memberatkan APBD dengan garansi 5- 10 tahun. Selama garansi, semua perawatan dan perbaikan maupun terjadi pencurian sparpart di PJU, ini menjadi tanggungan investor, ini tentu bisa menghemat APBD. Kami siapkan garansi 5-10 tahun, selama garansi, semua kerusakan atau kehilangan menjadi tanggungan investor, ”terang Hari Prastiadi, investor yang siap membangun PJU Tenaga Surya, jum’at (25/03/2016)
Tidak hanya PJU, ujar Hari lebih lanjut, desa-desa atau jalan-jalan di desa yang tidak ada jaringan PLN, kita siap membangun jaringan listrik tenaga surya. Sekarang ini masih banyak rumah-rumah atau insatansi pemerintah dan swasta di desa yang tidak ada aliran listrik, kita siap bangun Listrik dengan tenaga surya. Sedangkan Rumah sakit, pabrik atau instansi yang sangat tergantung listrik, kami siapkan dengan battery untuk generator. Biasanya generator dengan Bahan Bakar Minyak (BBM), kalau dengan battery ini, begitu listrik padam secara otomatis listrik langsung beralih tanpa putus. Tidak perlu lagi beli BBM, cukup dengan battery. Semua ini kami garansi. (herry)














