Reklamasi Pesisir Pantai Wilayah Ketapang Banyuwangi Di Soal Aktivis

- Penulis Berita

Selasa, 3 Oktober 2017 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reklamasi Pesisir Pantai Wilayah Ketapang Banyuwangi Di Soal Aktivis
Situasi dilokasi pinggir pantai watu dodol. 



BANYUWANGI, radar-x.net – Reklamasi pantai di wilayah pesisir “Watu Dodol” desa Ketapang di soal aktivis M. Yunus Wahyudi, karena bertentangan dengan undang-undang pengelolaan pesisir pantai dan pulau-pulau kecil, namun proses reklamasi tetap jalan di duga ada kesan pembiaran dari pihak Pemerintah dan aparat yang berwenang, kalau itu memang ada ijin kenapa tidak di informasikan ke publik, biar tidak menjadi pertanyaan Masyarakat umum, Senin (02/10/2017)

Aktivis M. Yunus Wahyudi mengatakan, reklamasi pesisir pantai wilayah desa ketapang Kabupaten Banyuwangi sudah jelas-jelas melanggar aturan undang-undang tentang pengelolaan pesisir pantai, karena disitu telah merusak trumbu karang dan ekosistem yang ada.

”Sekaligus para nelayan-nelayan kecil sudah tidak bisa sandar di pinggir pantai situ lagi, apa jadinya terus kalau rakyat kecil selalu di pinggirkan oleh para pengusaha yang semaunya sendiri,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut Yunus mengatakan, bahwa kawasan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang memiliki fungsi tertentu yang ditetapkan berdasarkan kriteria karakteristik fisik, biologi, sosial, dan ekonomi untuk dipertahankan keberadaannya.

Baca Juga:  LSM KPK Nusantara DPD Riau Mantapkan Program Kerja Sambil Menyantuni Anak Yatim

“Kenapa hal ini dalam pembiaran dari pemerintah terkait dan aparat terkait, maka kita duga ada unsur kemufakatan bersama antara orang-orang yang mempunyai kepentingan pribadi, tanpa memikirkan sisi negatif pada lingkungan dan masyarakat sekitarnya,” jelas Yunus.

Secara terpisah, Aminoto selaku yang mereklamasi pesisir pantai menjelaskan, tujuan mereklamasi wilayah pesisir pantai seluas dua hektar kurang lebihnya, akan kami gunakan untuk dermaga dan kami sudah dapat ijin dari bawah maupun sampek pusat dari kementrian, jadi sudah tidak ada masalah.

“Terimakasih ya mas informasinya.” cetusnya kepada wartawan sambil terburu-buru naik mobilnya. (Dafid Firmansyah/Team)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPRD H Barlin, Ucap Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H 2024
DPC PDI Perjuangan Bagikan 100 San Lebih Bungkus Daging Kurban Kepada Warga Mura
Momen Idul Adha 1445 H, Ponpes Al Ishlah Bondowoso Bagikan 30 Ribu Daging Kurban
Heriyus Salurkan Tiga Ekor Hewan Kurban Kepanitia
Waket II Rahmanto Mura Kunker ke Desa Muara Untu, Banyak Menerima Aspirasi Warga
Dewan Murung Raya Dorong Orangtua Kenalkan Budaya Daerah Pada Anak
Membangun Daerah Diperlukan Komitmen Bersama dan Masyarakat
Pelatihan STRATEGI PENCEGAHAN dan TEKNIK INVESTIGASI KEJAHATAN DALAM PERUSAHAAN
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 23:24 WIB

DPRD H Barlin, Ucap Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H 2024

Selasa, 18 Juni 2024 - 16:47 WIB

DPC PDI Perjuangan Bagikan 100 San Lebih Bungkus Daging Kurban Kepada Warga Mura

Selasa, 18 Juni 2024 - 10:11 WIB

Momen Idul Adha 1445 H, Ponpes Al Ishlah Bondowoso Bagikan 30 Ribu Daging Kurban

Minggu, 16 Juni 2024 - 20:10 WIB

Heriyus Salurkan Tiga Ekor Hewan Kurban Kepanitia

Minggu, 16 Juni 2024 - 01:05 WIB

Dewan Murung Raya Dorong Orangtua Kenalkan Budaya Daerah Pada Anak

Jumat, 14 Juni 2024 - 00:33 WIB

Membangun Daerah Diperlukan Komitmen Bersama dan Masyarakat

Kamis, 13 Juni 2024 - 09:33 WIB

Pelatihan STRATEGI PENCEGAHAN dan TEKNIK INVESTIGASI KEJAHATAN DALAM PERUSAHAAN

Kamis, 13 Juni 2024 - 01:51 WIB

Imanudin Sambut Baik Bantuan Hewan Qurban dari Pemrov Kalteng

Berita Terbaru

Berita

Heriyus Salurkan Tiga Ekor Hewan Kurban Kepanitia

Minggu, 16 Jun 2024 - 20:10 WIB