SURABAYA, RADAR-X.net – Ratusan warga dari Pulau Madura yang dipimpin oleh Imam Ghozali alias Mamank Dhuro menggeruduk CIMB Niaga Finance di Dukuh Pakis, Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (06/02/2023).
Ratusan massa tersebut menuntut mobil HRV, pada bulan November 2023 yang ditarik paksa oleh Depkolektor CIMB Niaga Finance. Tepatnya, di Tol Suramadu sisi Madura.
Asrol Faqih, Debitur asal Sampang mengatakan, “mobil itu ditarik paksa oleh Depkolektor di Bangkalan mas. Saya laporkan ke Polres Bangkalan, karena itu baru nunggak sebulan. Tapi, udah ditarik paksa. Padahal angsuran pertama udah dipotong otomatis oleh CIMB Niaga Finance Surabaya”.
“Setelah itu saya melakukan komunikasi ke CIMB Niaga Finance Surabaya. Pihak CIMB Niaga menyampaikan kepada saya, bahwa mobil masuk lelang,” kata Asrol.
Masih Asrol, setelah melakukan komunikasi baik. Saya bersedia ikut lelang, eh tau-taunya saya gak diberi jadwal lelang. Malah pihak CIMB Niaga berkilah, bahwa mobil sudah laku lelang.
“Saya selaku debitur gak terima donk, dan menuntut agar mobil dikembalikan kepada saya,” tutur Asrol.
Sementara itu Mamank Dhuro, Korlap aksi juga menyampaikan, mobil tersebut ditarik paksa. Dengan cara diderek dari Bangkalan ke Surabaya.
“Saya selaku keluarga pemilik mobil, merasa malu, tolong kembalikan mobil tersebut. Kalau tidak dikembalikan, maka akan datang massa yang lebih banyak lagi,” ungkap Mamank Dhuro.
Sedangkan pantauan media ini. Aksi sempat ricuh, karena tidak kunjung ada kepastian terkait mobil HRV yang ditarik paksa oleh pihak CIMB Niaga Finance Surabaya. Ratusan massa meringsek masuk ke dalam kantor CIMB Niaga Finance. Sehingga ada beberapa kaca pecah di kantor CIMB Niaga Finance Surabaya.
Secara spontan Kapolsek Dukuh Pakis, Kompol Mohammad Irfan didampingi Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya, AKBP Edi Hartono. Keluar dari gedung CIMB Niaga Finance Surabaya, ia memarahi peserta aksi.
“Bajingan kalian semua, jangan anarkis kalau anarkis akan saya tangkap kalian semua. Saya di dalam dengan perwakilan aksi, lagi berdiskusi untuk menemukan jalan keluar. Kalian malah anarkis,” tukasnya.
Hingga larut sore hari, belum ada kesepakatan antara pihak pendemo dan CIMB Niaga Finance. Akhirnya ratusan massa membubarkan diri.
Mamank Dhuro Korlap aksi menegaskan, akan datang lagi dengan massa lebih banyak.
“Kami akan datang lagi dengan massa yang lebih banyak lagi, pokoknya mobil HRV harus dikembalikan. Kalau tidak dikembalikan, Minggu depan kami akan buat aksi lagi,” tegasnya.
(Ries)














