![]() ![]() |
| Tampak Ibu Bupati Jember(Kerudung Hitam) Dan Hari Hikmad(Peci dan Baju Batik) Saat Menghadiri Peresmian e warung di Jelbuk (Foto: Rull) |
JEMBER – Program Kementrian Sosial(Kemensos) salah satunya yaitu rastra/raskin yang diberikan kemasyarakat dengan subsidi dari pemerintah, ternyata tak semua diterima sesuai yang diharapkan. Padahal seharusnya dengan subsidi tersebut, dapat meningkatkan kesejahteraan bagi penerima rastra /raskin itu sendiri, bukan justru karena yang menerima warga miskin terus dengan diberi kualitas beras yang jelek dan hancur.
Seperti yang terjadi diwilayah Mangli, Kec. Kaliwates, Kab. Jember, saat penerimaan raskin Jumaat (11/11/2016), ternyata mutu raskin jelek dan hitam, bahkan tak layak konsumsi bagi masyarakat, hal ini telah sering terjadi, bukan hanya di Mangli bahkan diluar daerah juga terjadi yang masih masuk Kab. Jember.
Direktur Jendral Perlindungan Jaminan Sosial, Hari Hikmad, mengatakan, ”memang membenarkan hal tersebut, sebenarnya beras yang dari bulog telah bagus, cuma karena banyak pendistribusian sehingga mudah lembab, mungkin karena tempat sampai didesa yang tak memenuhi kelayakan sehingga menjadi hal beras jelek, dll,” tegasnya ketika ditemui diacara peresmian e warong di Jelbuk, Minggu (13/11/2016).
Dia menambahkan, kemungkinan titik bagi kurang layak tempatnya, apabila masyarakat ingin membeli beras yang bagus, misal mau ada hajatan bisa membeli ditempat e warong yang telah disediakan didesa- desa seperti saat ini, karena mereka kan dapat jatah setiap bulan 110 ribu rupiah, tapi tak bisa diambil tunai, harus diwujudkan beras, minyak goreng, gula dan sebagainya. bahkan kualitas beras telah ada yang premium atau medium.
Terpisah, kepala gudang bulog Mangli, Jauhari ketika mau dikonfirmasi dikantornya tidak ada, dia sedang olahraga diluar, hanya ditemui securiti, bahkan mereka bilang nanti kembali lagi saja, sekitar Pukul 15.00 WIB, saat RADAR-X kembali pada jam yang ditentukan, ternyata yang bersangkutan telah pulang, ”tak mungkin kembali lagi mas,” tegas securiti yang tak mau disebut namanya. (Rul)














