![]() ![]() |
| Sugiyanto, PWI Bondowoso, Foto : Sukri, |
BONDOWOSO – Menjelang Hari Raya Idul Fitri untuk mengantisipasi adanya wartawan abal-abal, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) Cabang Kabupaten Bondowoso, Sugiyanto, mengarahkan kepada semua pihak agar mewaspadai pemanfaatan media massa yang saat ini tengah mewabah.
Peringatan ini di sampaikan oleh Sugiyanto, usai melakukan pertemuan dengan sejumlah wartawan dan buka bersama dengan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bondowoso. Jum’at (24/06/2016)
Sugiyanto, mengatakan, untuk membedakan Media Profesional dan Media Abal-abal, terletak dari perilaku wartawan yang professional dan tidak keprofesionalannya, “Kami berharap semua pihak bisa memahami atas penyampaian kami, agar tidak terjebak oleh penampilan wartawan itu sendiri,” kata Ketua PWI Cabang Bondowoso ini.
Menurut Sugiyanto, di dunia jurnalistik, harus mengenal jurnalisme preman atau premanisme jurnalistik. Jurnalisme preman adalah kegiatan jurnalistik berorientasi preman. Sementara premanisme jurnalistik adalah kegiatan premanisme yang menggunakan jurnalistik sebagai alatnya, “Tahun ini, PWI Cabang Bondowoso merencanakan untuk mengadakan Work Shop dan melatih para jurnalis tentang etika wartawan agar lebih profesional dan lebih baik lagi di mata masyarakat,” tegasnya.
Lembaga Pemerintah dan swasta tentunya sangat berkepentingan dengan Pers untuk membangun tingkat SDM masyarakat yang lebih cerah, “Sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat baik melalui media cetak dan elektronik dapat lebih di pahami oleh kalangan masyarakat,” imbunya lebih lanjut
“Kami akan berupaya terus, agar image seorang jurnalis di mata masyarakat tidak selalu miring, paling tidak insan Pers di Bondowoso mendapat pengakuan yang lebih baik, dan masyarakat tidak lagi menyebut wartawan sebagai preman yang mengandalkan senjata pena,” pungkasnya.(sukri)














