![]() ![]() |
| Foto : Rull, |
JEMBER – Puluhan Jurnalis yang tergabung FWLM dan JSJ, melakukan Demontrasi di Mapolsek Balung, Jember, Jawa Timur. Puluhan jurnalis tersebut sejak jam 8.00 telah berkumpul di lapangan Balung, bahkan sempat mendapat pengarahan dari para ketua JSJ dan FWLM supaya tetap dalam satu komando. Rabu (14/09/2016)
Demo jurnalis ini di picu adanya wartawan abal-abal yang tertangkap, memeras perangkat desa Tanjung sari Umbulsari, yang diduga berselingkuh, ternyata ada kabar kalau telah dilepas oleh Polsek Balung karena telah damai dan kekeluargaan, sehingga para jurnalis ini ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya.
Para jurnalis yang berkumpul dilapangan Balung ini, sehabis orasi perwakilan jurnalis ditemui Kapolsek Komisaris polisi M. Mastur, kasat reskrim AKP. Agus Wijaya, dan Kasat intelkam AKP. Adi Purnomo, diruang Kapolsek.
Kasat reskrim AKP. Agus Wijaya mengatakan,” Polisi tak berhak lagi menahan terlapor, karena telah damai dan kekeluargaan, sehingga di lepas oleh Polisi, apalagi ini kasus delik aduan apabila di cabut secara otomatis gugur dengan sendirinya.” tegasnya
Apabila teman-teman jurnalis mau lapor ke Polres Jember, saya persilahkan karena ada yang di catut nama media dan merasa di rugikan, kami siap melayani semua. tambahnya
Secara terpisah, Rully Efendi mengatakan, “ada wartawan gadungan yang ditangkap ternyata telah dilepas oleh Polsek Balung, sehingga teman-teman sepakat mengadakan demo tersebut, ternyata benar setelah ada perdamaian antara pelapor dan terlapor. Padahal oknum seperti ini yang telah merusak nama baik wartawan, dan seharusnya kasus tersebut dilanjut.” tegas ketua Jember Sout jurnalis
Kasus ini akan kami kawal sampai tuntas dan akan dilaporkan ke Polres Jember, “karena telah mengaku dari Radar Jember dan Memo, sehingga nama Radar Jember tercoreng di publik khususnya Jember.” tandasnya
Disamping itu, Korlap Minto Setyo Wahono mengatakan, “ini cambuk bagi penegak hukum apabila menangani suatu kasus pada masyarakat, apalagi ini menyangkut nama wartawan dan media yang di rugikan, sehingga kawan-kawan seperti demo saat ini.” tegas wartawan Indikator online
“Coba bayangkan saja apabila tak ada media di Negeri ini, yang terjadi gelap gulita tak ada pencerahan pada masyarakat, karena media mencerdaskan anak bangsa. tambahnya
Sementara ketua FWLM, Ihya Ulumiddin, juga mengatakan, “kami akan kawal terus kasus wartawan gadungan ini, karena telah banyak meresahkan masyarakat, terutama di pinggiran Jember yang kebanyakan menjadi korban adalah orang desa.” ujarnya
“Semua ini demi nama baik jurnalis, yang mana akhir-akhir ini telah rusak akibat oknum wartawan seperti ini, dan harus di basmi, biar tak merugikan orang banyak lagi setelah ini.” imbuhnya
Pantauan Radar-X.Net di lapangan, puluhan jurnalis sehabis demo dan orasi di depan Mapolsek Balung, terus masuk dan perwakilan dari FWLM dan JSJ ditemui Kapolsek dan Kasatreskrim serta Kasat intelkam serta berapa anggota dari Polres Jember, dalam klarifikasi kasus wartawan gadungan yang tertangkap habis memeras, ternyata antara pelapor dan terlapor telah damai, sehingga Polisi melepas wartawan gadungan tersebut.(Rul)














